Posted by: riyanthi | July 8, 2008

Telepon Pagi Itu

Hari Minggu pagi, kira-kira jam 05:30, aku dapat telepon dari si Mama. Tak biasanya telepon sepagi ini. Ternyata si mama mau kasih tau ada kebakaran di Tarutung. Jadilah pagi itu, aku dan teman-teman dari Tarutung saling mengabari, lewat telepon dan sms. Dengan isi pesan yang diakhiri dengan “sekian headline news pagi ini:D . Berita lengkapnya di bawah ini.


Muspida dan Tokoh Masyaraka Upa-upa Korban Kebakaran

Sebanyak 25 unit ruko yang berada di Jl. Diponegoro, Jl. Gerharddan Jl. Cornel Simanjuntak di kota Tarutung hangus terbakar, kejadian ini terjadi pada minggu 6 juli 2008 dini hari. Kobaran api yang menjulang tinggi hingga 5 meter, menciptakan suasana panas menyengat yang membangunkan masyarakat dari tidur lelapnya.

Warga yang berhamburan berupaya menyelamatkan barang-barang meski sebagian besar hanya menonton saja. Bangunan Ruko yang rata-rata terbuat dari papan dan semi permanen itu akhirnya dengan mudah musnah terbakar.

Masyarakat yang turut melihat kejadian sijago merah melalap ruko sangat menyesal akibat dari lambannya kinerja dari Petugas Pemadam Kebakaran dan fasilitas yang diturunkan yakni 1 Unit Mobil pemadam kebakaran. Bahkan petugas pemadam kebakaran tersebut tiba di lokasi setelah 20 menit kejadian berlangsung.

Padahal, Kantor Dinas Pemadam Kebakaran hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran. Selang satu jam kemudian, tiga unit mobil pemadam kembali didatangkan ke lokasi. Hingga kini petugas juga belum dapat memastikan penyebab munculnya api. Aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian kebakaran dengan masang garis polisi di sekitar ruko yang terbakar.

Sehari setalah kejadian Muspida Taput dan para Tokoh Masyarakat melakukan acara upa-upa kepada korban kebakaran dengan maksuk untuk penghiburan kepada para korban dan menguatkan mereka dalam menghadapi cobaan tersebut.Upa-upa terdiri dari “boras sipir ni tondi”, ikan mas, nasi putih, pisang dan air putih yang diserahkan langsung para unsur muspida Kabupaten Tapanuli Utara dan para Tokoh Masyarakat.

Camat Tarutung melaporkan, jumlah rumah yang hangus terbakar sebanyak 25 unit dengan taksasi kerugian fisik mencapai Rp 5.625.000.000. Rumah yang hangus terbakar tersebut masing-masing milik Laris Junior Hutabarat, toko pupuk Pantas Sibarani, rumah Reymon Hutabarat, rumah makan Bersama, Simanjuntak computer, rumah Sinaga, kedai bakmi Natarallala 2 pintu (milik Surung Lumbantobing), toko mas M.Sitompul, rumah Lantas Simanjuntak, tukang jahit Simanungkalit, Taylor Osin Sinaga, kantor PDS, rumah Jona Sihombing, kantor partai Marhaenisme, toko mas Gultom, usaha kemenyaan Pendek, bengkel Bakkara, rumah Leo Sihombing, bengkel Hutauruk (2 pintu), gudang Jaya Keramik, bengkel las Leo Sihombing, rumah Marisa Aritonang dan rumah Leo Sihombing.

Sumber: anak tarutung peduli

Catatan (dari http://riyanthi.wordpress.com):

Pada saat kejadian, mobil pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api didatangkan dari Humbang Hasundutan yang jaraknya 1 jam dari Tarutung. Padahal ini bukan kali pertama terjadi kebakaran besar di Tarutung. Bukankah seharusnya sudah menyiapkan/ menambah unit pemadam kebakaran, berdasarkan pengalaman di masa lalu? Atau tak ada dana kah?


Responses

  1. dek, klen ga kena kan ?
    syukurlah
    aku pas pulang gereja nonton ini berita.. dan harap2 cemas.. soalnya banyak juga sisolhot disana

    yah untunglah semua baik2.
    thnx God.

    turut berduka buat yang tertimpa musibah.

    Nggak bang. Cuma ya kesusahan mereka kan kesusahan kita juga. Kita doakan yang terbaik aja bang.

  2. saya kira ucapan duka kita tidak cukup lagi. mari kita ingatkan Pemkab yang mengelola pemerintahan secara serampangan. ngurus pemadam kebakaran aja nggak mampu, konon lagi ngurus kemiskinan rakyat.

    Lalap holan na “manggarap” tu pilkada, gareja muse… na di garap.

    amang tahe

  3. sering kali emang di sekitar Naheong itu kebakaran yah mi..

    dari kita SMU, ini udah ketigakalinya kebakaran besar kek gitu. Disekitar2 itu pulak terus.. :(

  4. @Iban Poltak Simanjuntak
    Ah, lagi sibuk saonnari halak i mambahen boha asa monang pas Pilkada, iban. Dipasingot pe annon, so adong di bege i :(

    @Gig
    Iya, kau masih ingat kan pas kita SMA, yang kebakaran di Jl. D.I.Panjaitan, dekat Simpang Empat. Sampe lari2 awak dari Tangsi ngeliat kebakaran itu.

  5. @riyanthi
    ahh.. lama tak bersuo bah…. tak lewat2 aku kesini

    ngasih komen lah dulu aku lagi yah.. masih bisa eda?? sombong kali ko eda… :P

    “mobil pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api didatangkan dari Humbang Hasundutan yang jaraknya 1 jam dari Tarutung”

    hmm.. sepertinya bagian pemadam humbang lbh mantabb dari taput ini… ato hanya kebetulan sajo??? tanya ken apa???

    Ah, lae aja nya yang sombong. Sai sibuk do torus hamu…
    Bisa jadi lebih mantap, karena dari informasi yang aku dapat, ada 2 unit pemadam kebakaran yang dikirim dari Humbang Hasundutan dan Kebetulan Humbang Hasundutan yang dekat dengan Tarutung. Tapi Balige (Kab. Toba) pun sama nya jaraknya ke Tarutung ya Ry? Jadi, dia do na toho on? :D

  6. Hutabarat Consulting Services
    team Germany & Tarutung
    http://www.hutabarat-consulting.webs.com

    Hallo..
    Gue juga turut berduka cita….untuk Korban yang kena musibah kebakaran kemarin di Tarutung.
    Seharusnya dari dulu Pemerintah Tarutung ini mengambil sikap tegas dan memberikan Penyuluhan dan Bimbingan kepada warga masyarakat disana…

    Bagaimana cara dan sikap antipasi terhadap kebakaran dan cara Pencegahaanya mulai dari sedini mungkin.
    Mengingat bahwa sebelumnya sudah banyak Peristiwa kebakaran di Tarutung yg terjadi seperti : kebakaran Pasar Tarutung, Toko-toko, rumah masyarakat sendiri, dan lain-lain.

    Memang disini kita tidak patut mempersalahkan siapa yang salah dan siapa yg benar disini. Kalian kan tahu , julukan kota kita Tarutung, Kota Wisata Rohani, kalau namanya Rohani itu berarti hati kita macam hati Tuhan Yesus, bersih dan baik dan berpikir secara akal sehat, bukan selalu konyol deh , masudku parbada….dan naik darah kalau beri komentar …. *smile*

    Sebenarnya sih menurut gue…Bukan hanya si Toluto yang salah atau siapa-siapa di kantor Pemda Taput sana.
    Aku heran deh, kalian kok menyalahkan si Toluto…seharusnya warga tahu dong kalau si Toluto ini bukan orang sekolahan , bukan orang berpendisikan dan bekas juragan togel sebelumnya.

    Tapi kenapa dia yang punya nasib bisa jadi Bupati ?? siapa yang memilih..?? warga Tarutung kah ? atau karena suara warga masyarakat di Taput bisa dibeli pakai uang dan angan-angan busuk ?
    cobalah dipikirkan kembali….

    Kalau menurut gue sih…
    Seharusnya seorang pemimpin macam Pak Toluto ini harus mau dong mendengar ide ide dan masukkan pendapat dari orang sekitarnya, lagian dia sadar dong kalau memang kemampuan otaknya hanya terbatas dan tidak bisa memikirkan hal2 yang terbaik untuk bangsa dia di Taput.

    Tapi memang benar, sebuah pemerintahan daerah yang bobrok berawal dari kwalitas si Penguasanya (Pemimpinnya)….
    Kalau sang Penguasanya tolol dan begok sudah jelas semua hasilnya pada kacaw balau…buktinya sudah kita lihat Pemerintahan om kita Toluto…

    Seharusnya beliau ini tegas dong, untuk menyikapi hal-hal demikian karena hal itu akan bisa terulang kembali lagi. Aku gak setuju kalau membilang bahwa musibah itu dari Tuhan, ….itu omong kosong, ini terjadi karena kelalaian manusia itu sendiri dan kecerobohan.

    Aku tidak mau lagi panjang lebar menulis artikel yang bertele tele disini.
    Kalau memang Toluto pemimpin yang tegas,usahakanlah untuk MEMBERHENTIKAN (PHK)DARI HUBUNGAN KERJANYA PARA PEGAWAI DINAS KEBAKARAN YANG ADA DI TARUTUNG INI.

    Karena hal demikian sudah dianggap keterlalua, jadi untuk apa ada Dinas Pemadam Kebakaran itu dibuat kalau sementara orang yang didalam bekerja semuanya orang tolol, dan otaknya pada tidur tiduran semuanya.

    Memang bisa dimengerti, mungkin pegawai pegawai Pada Dinas Kebakaran itu tidak disekolahkan dan diberikan pendidikan yang sebenarnya untuk menjadi seorang FIRE MAN….dan mereka bekerja disana hanya bisa bangga sebagai seorang pegawai negeri dan memiliki gaji bulanan, sedangkan apa fungsi dan pengertian dari yang dikerjakannya itu, sama sekali dibawah nol……atau istilahnya Otak dengkul !!!

    Om Toluto,…. gue rasa mendingan kamu mundur aja deh……. dari usahamu untuk menjadi Bupati pada Pilkada selanjutnya karena menurut ku, ilmu kamu masih sangat dangkal untuk menjadi seorang pemimpin di kota kita Tarutung tercinta.

    Untuk Rakyat Tarutung aku hanya bisa berpesan agar kalian harus belajar, selalu hati-hati juga mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengantipasi dari pada musibah kebakaran selanjutnya.

    Di dalam HIDUP ini kita harus selalu berpikiran dampak yang Negatif terlebih dahulu, lalu pikirkanlah yang hasil Positif-nya.

    Horasma,

    H.C.S Germany (A. Hutabarat)
    http://www.anak-tarutung.com

  7. Malam Jumat yang lalu (17/07/08), saya lewat jalan Gerhard Lumbantobing, Tarutung, puing bekas kebakaran sudah dibersihkan. Rata dengan tanah. Tak ada tersisa, kecuali kloset, bak air yang masih tegak. Ludes.

    Ini, jelas kesalahan pihak Pemadam Kebakaran! Di-upa-upa, tidak cukup. Harus ada ganti rugi yang layak kepada semua korban. Pemkab, harus bertanggungjawab!

    Salah tanggalnya amangboru :D


Leave a response

Your response:

Categories