Jika kau meninggal, kau ingin kalimat apa yang dituliskan di batu nisanmu?
Sekedar tanggal lahir, tanggal meninggal dan tulisan Dison Maradian (RIP)?
Atau kalimat indah untuk menggambarkan semua kebaikan yang sudah kau lakukan selama hidup?
Jika kau meninggal, kau ingin kalimat apa yang dituliskan di batu nisanmu?
Sekedar tanggal lahir, tanggal meninggal dan tulisan Dison Maradian (RIP)?
Atau kalimat indah untuk menggambarkan semua kebaikan yang sudah kau lakukan selama hidup?
Minggu, 20 Juli 2008
Pagi ini cuaca mendung lagi. Hujan mulai turun.
Akh, akhirnya aku sampai juga di gereja. Masih tersisa waktu sekitar 15 menit lagi, sebelum kebaktian dimulai. Syukurlah aku masih dapat tempat duduk di dalam gereja. Biasanya setengah jam sebelum kebaktian dimulai, kursi di dalam gereja sudah penuh.
Meski hujan, jemaat terus berdatangan. Penerima tamu (apa ya kata yang tepatnya?) sibuk menghantarkan jemaat ke kursi yang masih kosong.
Saat seorang ibu mengantar jemaat yang baru datang, tak sengaja aku melihat seorang Lanjutkan…
riyanthi: ya ampyun
riyanthi: sempat lah mereka nonton bioskop di Deli Plaza ya bg
tohap hutasoit: sempatlah peresmian JW Mariot
riyanthi: kurasa pe na Lanjutkan…
Aku kenal cowok, ih ngeri kali lah, dia disakitin sama ceweknya. Hm…semoga dia nggak ngikuti jejak si Gaby ya, yang katanya gantung diri, hiiiiiiiiiiiiiiiiiii…ngeri…
Inilah cerita yang dituliskan cowok itu, tentang pengalaman pahit dengan ceweknya. Lanjutkan…
Sepertinya populer kali kata “beibeh” sekarang ini, lagu-lagu pun ada yang beberapa pake kata “beibeh” di dalamnya. Contohnya lagu di bawah ini: Lanjutkan…
Nasa jolma ingkon mate
Ingkon mago sibuk i
Na mangolu ingkon mate
Asa tung denggan muse
Daging on do gabe bangke
Jala ingkon do malangke
Asa sogot bangkit i
Tu hasangaponna iBuku Ende. 334
Sungguh berita yang mengejutkan, hari Selasa (2008.07.03) malam yang lalu, dua orang staf Politeknik Informatika Del, meninggal dunia. Maut menjemput Pak Situmeang dan bang Ramlan dalam sebuah kecelakaan.
Seberapa penting mereka, sampai harus di blog ini? Lanjutkan…
Aku dengar-dengar (artinya: informasinya tidak akurat
), kalau sekarang sistem penerimaan mahasiswa baru di beberapa/ banyak universitas-universitas negeri di Indonesia, sudah berbeda dengan sistem yang dulu diterapkan. Kalau dulu kan, mau mendaftar di universitas mana saja, ujiannya bisa di mana saja. Sekarang? Kalau mau melamar ke Universitas Indonesia misalnya, pergilah ke Jakarta dan ujianlah di sana. Kalau mau melamar ke ITB, datanglah ke Bandung. Demikian yang seterusnya dan seterusnya.
Apakah pemerintah memang sengaja mempersulit calon-calon mahasiswa dan mahasiswi, generasi muda penerus bangsa? Setelah pada Ujian Akhir Nasional, pemerintah juga menaikkan standard nilai kelulusan (tapi tidak menaikkan mutu belajar selama menuntut ilmu tiga tahun)? Hmm…pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karna aku pun belum menanyakan langsung alasannya kepada pemerintah Indonesia, heuhehehe…kalimat terakhir ini hanya bercanda. Lanjutkan…
Keinginan para pargonsi tua ini untuk merekam semua gondang yang mereka tahu untuk bekal bagi para pargonsi muda. Itu sudah kujanjikan kepada mereka bahwa ada kemungkinannya dibantu orang Batak yang peduli pelestarian gondang ini. Sudah hampir satu tahun janji itu tak bisa kutepati, akhirnya mereka sepakat untuk mengumpulkan uang perlahan-lahan membeli alat rekam yang sederhana.
(Monang Naipospos)
Adalah satu kumpulan pargonsi yang berkeinginan untuk melestarikan gondang Batak. Dengan Monang Naipospos, mereka bekerjasama agar keinginan mulia ini bisa terwujud. Para pargonsi ini berada di Porsea, Laguboti dan daerah sekitarnya. Mereka berlatih gondang Batak, yang tua mentransfer ilmunya kepada generasi muda.
Kegiatan ini sudah berjalan selama satu tahun. Biasanya setiap bulan para pargonsi melakukan latihan gabungan untuk pematangan permainan sambil menggali materi gondang Batak yang sudah lama tidak lagi diperdengarkan. Ini terorganisir atas kesadaran para pargonsi muda yang masih jauh tertinggal dari pargonsi tua yang tidak banyak lagi hidup saat ini. Umumnya pargonsi muda saat ini kurang meningkatkan kualitas permainan dan ragam materi gondang karena umumnya masyarakat Batak tidak mengenali lagi kualitas permainan dan materi gondang yang dimintanya.
Pargonsi tua juga menyadari hal itu. Dengan sukarela mereka mau mentransfer pengetahuannya, sekalian mengulang kembali gondang Batak yang sudah jarang mereka mainkan.
Kegiatan ini “ditangkap” oleh Ritaony Hutajulu, seorang dosen etnomusikologi USU untuk sekaligus dilakukan pelatihan untuk murid baru. Pargonsi muda dan tua menjadi guru sebanyak 7 orang melatih 12 orang murid yang baru. Latihan gabungan para guru dan murid yang dilakukan setiap bulannya.
Sejalan dengan kegiatan latihan dan transfer ilmu tersebut, saat ini para pargonsi sudah mulai mewujudkan keinginan awal mereka, yaitu mendokumentasikan gondang Batak. Dengan menggunakan Alat rekam yang dibeli dengan uang yang dikumpulkan pargonsi (Sejenis Handy Recording Merek ZOOM seri H4 lisensi Jerman dibuat di China) dan BLT (Bantuan Langsung Transfer) dari Uda Petrus Marulak Sitohang, tahap pertama proses merekam sudah dilaksanakan. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktifitas para pargonsi dan pada waktu malam juga tidak terlalu banyak gangguan suara seperti burung, ternak ayam, anak-anak dan kendaraan yang lalu lalang.
Dalam rekaman pertama, para pargonsi sudah merekam 20 gondang yang sudah langka dan jarang diperdengarkan, antara lain Hata Sopisik (bukan gondang marhusip), Sapadang Nause, Sekkian Tali Mera, Sidabu Petek, Aling-aling, Alit-alit, Sapadang Nause, Rambu Pinungu, Lilit tu Meter, dan beberapa yang lain. Pokoknya unik dan bakalan bahan pembicaraan. Monang Naipospos juga sudah mencoba menuliskan pengertian masing-masing gondang ini. “Saya semakin mengerti, mereka menciptakan irama itu berdasarkan pengalaman hidup, penghormatan kepada pencipta, kecintaan kepada alam sekitar, kerukunan sesama manusia, ” demikian ujar Monang Pospos.
Setelah kegiatan perekaman ini, Monang Naipospos akan membuat tutorial memainkan alat musik Batak. Jadi orang yang mau belajar tidak harus keluar masuk kampung para pargonsi. Saat ini Monang Naipospos sudah menyusun sebagian modul untuk sarune. Tutorial ini rencananya akan diterjemahkan juga ke dalam bahasa Inggris.
Pada akhirnya nanti, kita generasi muda yang berkerinduan untuk mempelajari dan mengoleksi gondang Batak, sudah bisa mendapatkannya dari hasil kerja keras Monang Naipospos dan para pargonsi.
Mari dukung dan doakan program yang mulia ini agar berjalan dengan baik sampai prosesnya selesai. Dan semua orang bisa merasakan manfaatnya. Lestarikan gondang Batak.
Sumber:
http://tanobatak.wordpress.com dan percakapan lewat email dengan Tulang Naipospos
Pagi tadi iseng-iseng dengan tetangga sebelah, mengabadikan kebiasaanku (baik buruknya tentukan sendiri) kalau duduk di depan meja. Silahkan ditiru, kalau dirasa bisa meningkatkan kreatifitas dan motivasi untuk maju, ha..ha..ha..Semangattt…!!!!
Kalau posisi dudukku sudah begini, Pak Tetangga Sebelah pasti selalu manggil, “Bah lae, nga songon na di lapo i…”
Tapi rasanya nyaman kalau sudah duduk begini, ha..ha..ha..Songon na so adong be na hurang di portibi on
Mari kembali bekerja…Saatnya minum Nutrisariiii…!!!!
Du..du..du..di..da..di..du..
Jepret!
Resize!
Upload!
Senangnyaaaa….
China, (Analisa)
Bantuan pemerintah Indonesia berupa makanan, obat-obatan serta tenda dengan total nilai 1,5 juta dolar AS telah tiba di Chengdu, provinsi Sichuan, China, yang akan disalurkan kepada para korban bencana di provinsi itu. Lanjutkan…
Ada yang menyampaikan lewat telepon, ada yang lewat sms, Yahoo Messanger dan email. Terima kasih semua. Ayo kirimkan smsmu, supaya namamu tertera di blog ini, ha..ha..ha..Thanks
Putri said:
Dear Bunda,
Akhirnya hari ini datang juga, setidaknya sekarang usia kita dah sama, jadi ga da istilah aq lebih tua 1 tahun he.. he…
Selamat Ulang Tahun Yah Bunda, aku doakan semoga dengan semakin bertambahnya usia mu,
Tuhan semakin mencurahkan kasih dan berkatnya untuk mu. Semoga setiap keinginan dan harapanmu dikabulkan oleh Nya. Lanjutkan…
Pertama liat di blognya Uda Sitohang, kayaknya nggak salah juga kalau aku ikut post di sini
IDOLA CILIK RCTI: IFY BERMAIN TAGANING
Jumat, 16 Mei 2008
Tadi sore aku chat dengan sahabatku. Pada awalnya hanya membahas tentang PTC (pay to click) yang sekarang katanya sedang marak. Karna beberapa hari yang lalu dia mengajakku untuk turut berpartisipasi dan menjadi down level-nya dia, hari ini dia mengingatkanku supaya tidak lupa mengklik-klik, he..he..he..Akhinya jadi panjanglah cerita, orang Batak bilangnya “rarat”. Entah aku mengeluh apa tadi, dia balasnya begini, “bersukurlah atas segala hal.” Karna aku jarang dengar dia ngomong kayak-kayak begitu, aku pun langsung mikir, “tumben anak ini ngomong kayak malaikat, secara tadi dia udah bilang-bilang aku bodat tadi, he..he..” (capcay de…nyam..nyam..nyam..). Lanjutkan…