versi 1
SARIBU RAJA, SIBORU PAREME, BABIAT SITELPANG, LONTUNG
Saribu Raja dan Siboru Pareme sebenarnya kakak beradik Kandung (na mariboto).
Pada masa itu jumlah manusia masih sedikit. Sudah kodrat alam, Saribu Raja mencintai adiknya sama seperti mencintai gadis lain. Keduanya terlanjur seperti suami istri, sehingga Siboru Pareme hamil. Mengetahui keadaan itu, saudaranya yg lain Sagala Raja, dan Malau Raja sangat murka dan berupaya membunuh kedua saudaranya Saribu Raja dan Siboru Pareme. Tetapi untuk melaksanakan niat itu tidak ada yg tega untuk membunuh. Akhirnya mereka sepakati untuk membuang keduanya ke tengah hutan atau tombak longo longo secara terpisah. Siboru Pareme dibuang kesekitar wilayah Ulu Darat di atas Sabulan dan Saribu Raja dibuang jauh kearah Barat (Barus).
Siboru Pareme hampir putus asa, karena tempat pembuangannya itu ternyata habitat harimau (banyak harimau berkeliaran) yg siap memangsanya.
Suatu ketika, Siboru Pareme yg sudah hamil tua dan kesepian, dikejutkan oleh seekor harimau yg mengaum mendekatinya. Namun karena sudah terbiasa melihat harimau dan penderitaan yg dialaminya, ia tidak takut lagi dan pasrah untuk di mangsa. Setelah menunggu beberapa saat, ternyata harimau itu tidak memangsanya. Harimau tadi membuka mulutnya lebar-lebar dihadapan Siboru Pareme seakan meminta bantuan. Dari jarak dekat Siboru Pareme melihat ada sepotong tulang yg tertancap di rahang harimau itu. Timbul rasa iba dihati Siboru Pareme. Tanpa ragu Siboru Pareme mencabut potongan tulang itu dan di buangnya. Setelah itu harimau yg dikenal buas itu menjadi jinak kepada Siboru Pareme. Sejak itu harimau yg dikenal BABIAT SITELPANG setiap pagi dan sore mengantar daging hasil buruannya ketempat Siboru Pareme. Budi baik yang diterimanya dari wanita yang sedang hamil tua itu menumbuhkan rasa sayang BABIAT SITELPANG yang diwujudkannya dengan tetap menjaganya hingga melahirkan SIRAJA LONTUNG.
SIRAJA LONTUNG yg hidup dengan ibunya ditengah hutan sekitar Ulu Darat selalu didampingi oleh BABIAT SITELPANG. Tidak seorang pun manusia lain yang mereka kenal. Namun Siboru Pareme selalu memberi pengetahuan kemasyarakatan kepada anaknya termasuk partuturan adat batak.
Setelah SIRAJA LONTUNG beranjak dewasa dan sudah bisa menikah, ia bertanya kepada ibunya di mana kampung tulangnya. Ia sangat berniat menikah dengan putri tulangnya (paribannya). Siboru Pareme merasa sedih dan sejenak terdiam. Hatinya gusar, kalau diberitahu yang sebenarnya, takut tulangnya yg membuang ke tombak longo longo itu membunuh SIRAJA LONTUNG, Siboru Pareme selalu berupaya mengelak dari pertanyaan anaknya. Namun karena tidak ingin anaknya menjadi korban kemarahan tulangnya, akhirnya Siboru Pareme membuat siasat. Ia harus mengorbankan dirinya untuk dikawini SIRAJA LONTUNG, KARENA TIDAK ADA MANUSIA DI HUTAN ITU.
Suatau malam menjelang tidur Siboru Pareme memanggil anaknya. “Sudah sejak lama kau menanyakan boru tulangmu, Sebenarnya anakku…kau sudah saya bohongi” ujar Siboru Pareme dan mulai menjelaskan ciri-ciri paribannya. Boru tulangmu itu persis seperti saya, baik postur tubuh dan rambutnya, tingginya juga sama dengan saya. Tetapi kalau itu yg kau inginkan, saya juga senang. Pergilah mencari paribanmu. Kalau saya pergi mencari ayahmu ke arah barus, kalian bersama istrimu tinggal disini”, ujar Siboru Pareme dengan serius membuat SIRAJA LONTUNG manggut manggut.
Kemudian Siboru Pareme merekayasa sebuah tempat sebagai kampung tulangnya.
Kepada SIRAJA LONTUNG, Siboru Pareme memesankan jangan sampai masuk ke kampung tulangnya.” Tetapi lihatlah boru tulangmu tengah mandi sore di Pansur sana”, kata ibunya sambil menunjuk sebuah pansur dari atas pebukitan Ulu Darat. “Kamu nanti berjalan dari sana, kalau kau langsung turun dan tembak lurus, kamu akan kesulitan, saya kuatir kamu masuk jurang”, kata ibunya sanbil mengarahkan SIRAJA LONTUNG mengambil jalan melingkar ke pansuran itu walaupun ada jalan yg lebih cepat menuju tempat pansuuran itu.
Setelah SIRAJA LONTUNG berlalu, Siboru Pareme bergegas pergi ke pancuran (pansur) yang ditunjukkannya kepada anaknya. Ia mengambil jalan pintas dan tiba lebih awal dari SIRAJA LONTUNG. Dengan tergesa-gesa dia membuka pakaian laklak dan mandi di pansur itu. Waktu sudah semakin sore, matahari sudah mulai tenggelam. Ia sudah mulai mendengar tanda-tanda SIRAJA LONTUNG sudah dekat. Hati Siboru Pareme mulai berdebar, detakan jantungnya mulai dag dig dug, karena dia kuatir dikenal anaknya SIRAJA LONTUNG yg menjadi calon suaminya.
SIRAJA LONTUNG semakin mendekat. Ia mendengar ada manusia tengah mandi di pansuran itu. “Berarti benar apa yang diberitahu ibuku”, katanya dalam hati, sambil mengintip dari celah-celah pohon. Ia tidak sabar terlalu lama lagi, karena hari sudah gelap dan langsung menghampiri Siboru Pareme, setelah membiarkan Siboru Pareme menutupi tubuhnya dengan kain laklak.
“Bah benar juga yg dibilang ibuku, tidak ada ubahnya seperti dia”, katanya dalam hati. “Santabi boru ni tulang, saya ingin menyampaikan pesan ibuku”, kata SIRAJA LONTUNG dan menggapai tangan Siboru Pareme serta meremas jemari perempuan yang disebut paribannya itu, dan menyelipkan cincin ibunya ke jari manis dan ternyata pas. “Berarti tidak salah lagi, kaulah paribanku itu. Wajahmu seperti ibuku dan cincin ibuku cocok dijari manismu,” lanjutnya merasa yakin.
Tanpa ragu dia menyampaikan niatnya untuk mengawini paribannya itu. Dengan malu-malu, sambil menutupi sebagian pipinya dengan rambut yg hitam panjang, menjawab pinangan itu dengan setuju. Kemudian membawanya ke tempat tinggalnya di sekitar wilayah Ulu Darat.
Malam semakin pekat, keduanya pulang sesuai pesanan ibunya. Namun SIRAJA LONTUNG terkejut, sebab ibunya tidak lagi di jumpai di rumahnya. Ia teringat pesan ibunya yang berniat mencari ayahnya SARIBU RAJA kearah Barus. Keduanya hidup serumah dan menjadi suami istri, dan lahirlah anak mereka tujuh laki-laki dan satu perempuan. Masing-masing bernama yaitu: Toga Sinaga, Tuan Situmorang, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang , Toga Aritonang dan Toga Siregar. Dan satu-satunya putrinya kawin dengan marga Simamora. Namun setelah perkawinan mereka, tidak lama kemudian suaminya meninggal dan dia kawin lagi ke Marga Sihombing.
sumber: milis SIMPATUPANG
versi 2
Anak dari Si RAJA BATAK ada dua yakni Guru Tatea Bulan dan Raja Sumba (Isumbaon).
Sekarang kita fokus pada keturunan Guru Tatea Bulan di mana dia mempunyai lima putra dan empat putri sebagai berikut:
1. Raja Biak-biak (putra)
2. Tuan Saribu Raja (putra)
3. Siboru pareme (putri)
4. Limbong Mulana (putra)
5. Siboru Paromas (putri)
6. Sagala Raja (putra)
7. Siboru Biding Laut (putri)
8. Malau Raja (putra)
9. Nan Tinjo (putri)
Kisahnya adalah sebagai berikut :
Tuan Saribu raja bertumbuh menjadi dewasa, demikian pula adiknya yang perempuan Siboru pareme. Langkanya manusia, terisolasinya tempat tinggal, naluri dan dorongan alamiah pada diri mereka membuat mereka lepas kendali. Hubungan gelap di antara mereka akhirnya membawa buah. Siboru pareme hamil. Rahasia yang selama ini dipendam kini terungkap. Incest demikian jelas merupakan pelanggaran serius.
Adat dan kesepakatan menetapkan hukuman mati bagi mereka berdua. Namun karena kehamilannya Siboru Pareme tak boleh dibunuh. Dia dibuang ke sebuah hutan di atas Sabulan sekrang, satu daerah yang dianggap sebagai sarang harimau. Biarlah harimau itu yang membunuhnya, kalau bukan kelaparan dan deritanya sendiri. Begitulah pikiran Limbong Mulana dan adik-adiknya.
Singkat cerita, siboru pareme suatu ketika menolong seekor harimau (ompu i ) datang membawa deritanya dimana secercah tulang tertancap di kerongkongannya. Siboru Pareme mengeluarkan serpiah tulang itu dan sejak itu timbullah sejenis persahabatan di antara mereka (makanya keturunan Lontung tidak pernah akan dimakan harimau dihutan, karena ada babiat setelpang yang akan menolongnya). Semua proses persalinan yang dialami Siboru Pareme , juga dibantu oleh Harimau tadi, lalu lahirlah seorang laki-laki dan diberi nama “si Raja Lontung”.
And later……..
Si Raja Lontung pun sudah dewasa, dan Siboru Pareme yakin dan tahu bahwa Si Raja Lontung tidak dapat menemukan seorang perempuan jadi isterinya, niscaya dia akan mati lajang tanpa keturunan. Lalu suatu siasat dikembangkan dalam kerahasiaan pribadi yang amat sangat. pada satu saat yang baik Siboru Pareme menyerahkan cincinnya pada Si Raja Lontung dengan pesan : Pergilah ke tepian yang ada di kejauhan sana. Tunggulah disana hingga paribanmu turun mengambil air. Dia mirip sekali dengan saya hingga sulit dibedakan. Pasangkan cincin ini pada jarinya dan lihat ini pun harus pas betul. Bila hal ini telah terbukti bujuklah dia menjadi isterimu. Selanjutnya Siboru pareme menrengkan jalan berliku yang harus ditempuh anaknya. Si Raja Lontung pun berangkat menapaki jalan berliku seperti yang telah dirunjuki oleh ibunya. Sementara itu si Boru Pareme pun bernagkat ke tepian yang sama. Dia mengambil jalan pintas agar dapat mendahului anaknya. Setibanya disana dia pun mendandani dirinya sedemikian rupa hingga nampak lain dan lebih muda. pada hari anaknya tiba, dia sudah siap.
Si Raja Lontung tiba. Setelah menunggu sesaat seorang perempuan yang mirip dengan ibunya (dan memang ibunya) turun ke tepian untuk mengambil air. Satu acara perkenalan yang singkat terjadi dan sekepakatan dicapai, lalu keduanya minggat untuk kawin di tempat lain. Jadilah Si Raja Lontung Oedipus-nya orang Batak. Bagi siboru Pareme ini merupakan kawin sumbang yang kedua.
Penyamaran dan lakon Siboru Pareme demikian sempurna hingga kecurigaan Si Raja Lontung tak pernah berkembang dan dia tak pernah yakin bahwa dia telah memperistri ibunya.
SiRaja Lontung mempunyai tujuh putra dan dua putri :
1. Ompu Tuan Situmorang (putra)
2. Sinaga Raja (putra)
3. Pandiangan (putra)
4. Nainggolan (putra)
5.Simatupang (putra)
6. Aritonang (putra)
7. Siregar (putra)
8. Siboru Amak Pandan (putri) dan
9. Siboru Panggabean (putri) Kedua putri ini kawin dengan Simamora dan Sihombing.
Namun kedua boru ini lebih lazim dipanggil “Sihombing-Simamora”
Ketujuh putra ini kemudian menurunkan marga Lontung yang tujuh itu, masing-masing menurut namanya. satu hal yang unik ialah bahwa ketujuh marga Lontung ini tidak merasa puas bila tidak menyertakan kedua boru itu dalam bilangan dan kelompoknya. Inilah cikal bakal sebutan “Lontung Sisia Sada Ina Pasia Boruna Sihombing-Simamora“.
Sumber: Aliber Situmorang Siringo from http://batak-gaul-indonesia.blogspot.com
April 21, 2008 at 5:41 pm
Bah malo nai itoanon sejarah ni halak Batak ateh…
April 21, 2008 at 6:29 pm
@Par Bintan
Horas ito…Dang na malo ito, alai marsiajar…Kan di atas ada disebutkan sumbernya dari mana. Brarti dicamplok dari orang lain, he..he..he..Asa unang mago sejarah ta i ito. Ai ingkon binoto do sejarah ni iba kan ito?
June 21, 2009 at 2:08 am
Horas ito, ai ito do tahe ce na sering nongol di global tv i mbawa acara mtv nongkrong bareng? heheheh
Ai partarutung do ito? Molo di tarutung didia jabunta?
Au Togatorop do…
April 22, 2008 at 7:10 am
hmm eda boru anturi… kek nya banyak kali yang beda sejarah keturunan ni Guru tatea Bulan ini dengan punya kami versi naimarata dan borbor marsada..
klo boleh tolong diupload juga dan diselaraskan dengan sejarah yang kami punya
Mauliate
May 21, 2008 at 6:09 pm
Aku suka sekali baca ceritanya. Mauliate.
May 25, 2008 at 1:13 pm
MAKASIH ATAS SEMUANYA, TAPI KAYA ADA YANG SALAH, MANANYA BETUL SOAL LONTUNG ADA YANG BILANG SINAGA YANG PERTAMA ADA YANG BILANG SITUMORANG YANG PERTAMA TOLONG DIPERJEJAS SEUTUHNYA. OK
May 25, 2008 at 7:07 pm
Hah..?? ternyata ‘partuturanku’ lahir dari hasil kawin sedarah..??
kiranya TUHAN memaafkan seluruh kesalahan keturunan2 ini..hehehe..
June 10, 2008 at 3:14 pm
kalau ada cerita mengenai orang batak yang tinggal disamosir pada jaman purba tolong di muat .thx
June 12, 2008 at 11:55 am
Pada suatu kesempatan informal saya pernah usul agar seluruh sesepuh (marga) Batak mengadakan kongres berskala internasinal khusus membahas topik marga, dimana marga Batak dinaikkan ke atas sampai tingkat generasi ke III dari Siraja Batak (restrukturisasi marga). Hasilnya berupa deklarasi yang mengikat seluruh Batak sejak saat deklarasi itu sampai seterusnya (semacam Konsili Vatikan lah). Contohnya, seluruh keturunan Raja Lontung ke depan memakai marga: Raja Lontung! Demikian lah marga-marga lainnya mengikuti aturan main ini. Hasilnya, marga Batak tidak akan lebih dari hitungan jari, tidak seperti saat ini sampai beratus-ratus! Terlalu terkotak-kotak! Marga menjadi isme-isme baru! (marga penting, itu pasti! tapi ingat bahwa dunia makin terintegrasi, Batak makin terdisintegrasi)Tujuanannya: agar memudahkan konsolidasi, kolaborasi, koordinasi, dst., untuk keperluan menyangkut segala aspek dan kehidupan sebagai sebuah bangsa……terutama pada zaman “pemilihan langsung” (aspek politis) seperti sekarang ini. Tapi, pendapat saya tentang ‘restrukturisasi’ marga tadi langsung ‘dikeroyok’ rame-rame…! Yah, saya bersabar.
June 12, 2008 at 4:39 pm
@Luhut Rajagukguk
Setiap “keroyokan” pasti ada alasan, seperti alasan ito untuk usulan merestrukturisasi marga-marga Batak. Apa alasan mereka “mengkeroyok” pendapat ito?
June 13, 2008 at 10:47 am
“Keroyokan” tsb sebagai pertanda bahwa kita tidak berubah ketika lingkungan eksternal kita berubah. Berubah dengan cepat dalam segala aspek: politis, sosial , eonomi dll. Akibat tidak berubahnya cara kita berkonsolidasi akan dirasakan generasi-generasi mendatang. Beberapa tahun lalu sdh saya ingkatkan bahwa suatu ketika nanti jangan kaget bila pemimpin tanah Batak bukan Simatupang, rajagukguk, situmorang dll…. Sekarang terbukti: Gubernur sumut si samsul dan si gatot….
June 17, 2008 at 8:32 pm
aduh.. ngak ngerti aku sejarah nya dari mana ? apakah benar atau ngak ….. gimana itu kak riyanti? tolong lagi detail buat sama awak kak. agak bingung aku bah mengenai asal muasal sejarah ini da bah… karean referensi yang saya dapat selalu berbeda .. beda pengarang beda juga tulisanya jadi mohon bimbinganya ya kak… nanti kalau udah dapat kirim aja ke email ku kak
smurf.borneo@gmail.com
June 29, 2008 at 5:18 am
hehehehe….. belum ada kak sampai sejarahnya sama awak…hehehe padahal dah aku tunggu itu . terlebihnya saya mohon maaf kak. soalnya dari artikel di atas saya invite ke dalam blogs saya… http://smurf_borneo.blogs.friendster.com/my_blog/
buat koleksi ku mana tau aku bisa dapat sejarah yang lebih tepat.
kata opung , saya sianturi nomor 16 dari opung harinuan. sekarang saya ada di palangkaraya tepatnya di kalimantan tengah…. jumpa awak dengan halak dayak.. bingung awak menerangkan sejarah batak kek mana sama mereka…. sekali lagi mohon bimbingan dari kakak
Terima kasih
July 1, 2008 at 2:54 am
wah belum di balas coment ku
July 1, 2008 at 10:02 am
pirik… mantap kali bah sejarahmu.. lanjutkan ya pir.. tp bikin dl penelitian pir.. mananya anak pertamanya.. sinaga atau situmorang?
July 1, 2008 at 12:38 pm
Ryan…bagus tuh postinganmu!
semoga makin lebih kreatif ya par-Tarutung..
July 1, 2008 at 6:49 pm
wah belum di balas juga
(
July 2, 2008 at 7:24 pm
Bah.. Ngeri kali ateh ! aku ngga sangka asal clan
Lontung spt itu.. thx lae
July 3, 2008 at 12:54 pm
@Oky Ringo
Lae????
July 4, 2008 at 2:04 pm
wakakak
pir.. dikirain si Oky Ringo kau cowok pir.. di ragukan dia kecewekan mu pir..
ayo tunjukkan kewanitaan mu …
@Oky Ringo
nang pelempuan na pilikku itu.. bukan towok
July 4, 2008 at 2:22 pm
@togatorop
Iya pir, bisa pula aku dipanggil lae.
Cantik2 gini dibilangnya lae, hahaha…
Bela lah aku pir
July 6, 2008 at 2:15 am
Waduuhhhh maaf saribu maaf da ito na burju.. bah.. dang hu bereng fotomi dohot namamu ito.. hehheheheh
btw, smua clan lontung termasuk aku dosa turunan nya ngeri juga ya…
si opung doli MBA dohot ito nya lalu kawin dohot anak doli nya..
Ai.. ma.. ngeri kali… apapun alasanya it really doesn’t make any sense at all..
itu incest dalam yang sesuai penelitian banyak menimbulkan penyakit turunan seperti gagal ginjal, lever dsb..
sedang kawin dengan boru tulang aja resiko penyakit turunan nya saja besar..
apalagi kawin sedarah sekandung… pls don’t imagine that.. surely terrifying..
semoga hal2 tersebut tdk terulang lagi di jaman edge of time like nowadays..
ngomong2 ito punya lagi cerita2 masa lalu orang batak seperti itu..
aku interest banget untuk membaca lagi… menambah wawasan ku ttg adat batak dan folklore nya… mauliate godang ito..
July 7, 2008 at 4:28 pm
aku rasa… ada kecocokan dgn tulisan ASAL USUL NI SI RAJA BATAK ini..
Alai… disurat mamakke bahasa Batak
July 7, 2008 at 4:43 pm
Mengenai GURU TATEA BULAN juga ada…berikut dgn Susunan Borbor Marsada
silahkan di panotnoti…
July 7, 2008 at 5:03 pm
@Oky Ringo
Ito Manik sudah memberikan link-nya, silahkan di-explore habis2an
@Ito Manik
Mauliate info na da ito.
July 12, 2008 at 4:35 pm
Sejarah emang sangat penting untuk di ketahui.
akan tetapi ada sejarah yang harus di belokkan karena sesuatu hal yang sangat tabu.
namun terlepas dari itu semua..keputusan masa dulu membelokkan sebagian garis turunan bukan tanpa pertimbangan yang dalam.
semuanya adalah karena kondisional yang memaksa mereka harus membuat seperti itu dengan segala resiko bahkan Dosa.
namun yang perlu di sikapi adalah turunan Batak masih yang sangat exis dalam memelihara baik teori maupun perasaan dalam garis Turunan…Hususnya Simatupang menerut saya
Horas ma di hita sasudena
July 15, 2008 at 8:20 am
@Ir Ibrahim Simatupang
Horas among, martutur ma jo hita. Manjou aha ma ahu?
August 12, 2008 at 12:42 pm
Horas…
Senang membaca postingan ini. Maju terus…
dan Sukses selalu.
Horas
August 26, 2008 at 3:20 pm
dang toho i kawan!
August 27, 2008 at 5:08 pm
Tulisan sejarah si Raja Lontung diatas sangat menarik. tapi ada 2 versi.
Sejarah si Raja Lontung versi I lah menurut saya yang benar. Karena anak si Raja Lontung adalah delapan: tujuh Laki-laki dan satu perempuan. dan anak perempuan ini dua kali Kawin (MULI) yg pertama ke marga Sihombing dan yg kedua ke Simamora.
Oleh karena itu diciptakan Nahum situmorang lah lagu “LONTUNG”.
Lontung ima si sia sada ina napasiahon ima sihombing simamora. dapatan na, ualu ma anak si boru pareme termasuk raja lontung dohot sada boru na (sia ma sude natinubuhon ni boru pareme). alana siraja lontung anak ni boru pareme do i.
ido asa dibahen lagu i “Lontung ima si sia sada ina, napasiahon ima sihombing simamora”.
Kesimpulan na: sia ma halak on marinahon sada ina termasuk raja lontung anak nya boru pareme.
Versi ke II mungkin salah itu. kalau lihat silsilah batak anak si Raja Lontung hanya tujuh orang.
Mohon maaf bila ada kata-kata salah. mauliate
Horas.
September 1, 2008 at 11:22 am
Kesimpulan :
Anak si Raja Lontung : ualu halak, Pitu ma Baoa jala sada ma boru.
Alai Anak ni Boru Pareme: Sia halak, 8 ma baoa jala sada boru (tarmasuk ma siraja lontung)
Parsonduk bolon i siraja Lontung ima si boru Pareme (anak kawin tu oma na).
Asa unang sala tafsir hita, alana godang do naso mamboto silsilah ni si raja lontung.
mauliate horas.
September 1, 2008 at 1:28 pm
horas
September 3, 2008 at 10:12 pm
[...] Sumber. http://riyanthi.wordpress.com/simatupang/ [...]
September 4, 2008 at 8:27 am
@hotlis
apa maksudnya?
September 4, 2008 at 8:29 am
@mazin GULTOM
Horas ito. Terima kasih untuk keterangannya ya.
September 4, 2008 at 8:29 am
@herlina
Hi herlina,
salam kenal
terima kasih sudah berkunjung
September 18, 2008 at 5:43 pm
saya sangat tertarik dengan sejarah marga batak, saya ingin informasi tersebut lebih detail lagi, dimana ya bisa saya up date. TQ
September 29, 2008 at 1:29 pm
wah cerita nya asik juga ….
sebenarnnya sih dah pernah dengar dari ortu ,,
tapi cuman dikit…… dan versi 2 itu cocok sama cerita ortu……. jadi semakin lengkap deh…
oh ya kak …….
cerita bisa di sadur kan ke blog aku ,,,,,
biar di koleksi aja …….
pokoknya semua cerita mengenai batak toba deh…
trims
October 7, 2008 at 8:15 am
@satjan
terima kasih atas ketertarikannya
@chrishartarto
silahkan
October 7, 2008 at 2:46 pm
hi pa kabar ito? wah… baru baca yang beginian, selama ini sih dengar dari cerita ke cerita. Btw boru-nya raja lotung itu nikahnya pertama sekali sama simamora atau sama sihombing?
October 7, 2008 at 3:48 pm
@sidikalang/ bang everson
hi bang, eh ito
senang abang mampir di sini
wah kalau nikah dengan siapa dluan, aku nggak tau bang.
ayo kita cari tau infonya
October 9, 2008 at 11:22 am
hai belllokkkk
October 14, 2008 at 4:52 pm
Salam kenal dari saya boru Sianturi.
Ternyata asal-muasal simatupang itu mengerikan juga ya….! aku baru ini baca sejarah simatupang, dan sampai berdiri bulu roma membacanya, masa Ibu sendiri dinikahi. dan sampai melahirkan 9 anak dari dari hasil anak sendiri.
October 15, 2008 at 11:52 am
@R. br.Sianturi
Salam kenal sesama boru Sianturi.
Yah, begitulah asal usul keturunan kita, menurut ceritanya
October 16, 2008 at 7:15 pm
Pirik,
yang dapat pas mau wisuda,
apa tahe hubungan situmorang dgn simatupang? heheheh
October 17, 2008 at 7:42 am
@cindy
jangan sampe kau kupecat jadi pirikku ya, hehehe…
ah pirik, kau baca aja cerita di atas itu. gimana seh??
October 17, 2008 at 10:41 am
Paten dek .. keep it up!
October 17, 2008 at 11:34 am
@hichilu
salam kenal, thanks sudah berkunjung ya.
October 17, 2008 at 12:15 pm
“… anak mereka tujuh laki-laki dan satu perempuan. Masing-masing bernama yaitu: Toga Sinaga, Tuan Situmorang, Toga Pandiangan, Toga Nainggolan, Toga Simatupang , Toga Aritonang dan Toga Siregar.”
oh …
ternyata begitu…
begitu panjannnggg….
October 17, 2008 at 1:21 pm
jadi, kau sudah tau kan?
hehehehe..
October 17, 2008 at 3:15 pm
begh .. salam kenal jg dek. kirain aku da terkenal. aduh …. aduhhh maningnong ate2. hehe
October 21, 2008 at 8:56 am
@hichilu
eh, maksudnya mau ngomong sama si cindy yang cantik, hehehe…
October 29, 2008 at 12:34 am
salam knaL To’,aQ simatupang siburian FroM PKU
bisa kirimin tutur marga simatupang ga?
October 29, 2008 at 8:51 am
@apri
salam kenal ito
October 29, 2008 at 10:17 am
Riyanti … liat tuch complaint si Pardosa, si Harry D03 itu kayaknya .. (soalnya Harry itu … senang jg mencari tau ttg sejarah Batak) xixixi. Btw aku liat si Everson jg da baca2 gini .. begh kalah la aku nanti klo adu-adu ilmu sejarah Batak sama dia ..
October 30, 2008 at 9:13 am
@Hanke
Iya sih Harry itu bang. bah ayo lah antong kita baca-baca juga bang
November 10, 2008 at 2:51 pm
Di son pe tong do pinimpar Ni si raja Lontung.
Salam Kompak to Pinompar ni ” Si Raja Lontung”
mauliate………..horas.
November 18, 2008 at 9:40 am
bah… yang kayak gitunya rupanya ceritanya?
baru tau aku kak…. hehehe….
ternyata….
November 24, 2008 at 8:10 pm
horas…!!!!
slm kl y…
am nelly swanty simatupang….
jbu…
muach
November 24, 2008 at 8:12 pm
tmn2 qu sma…
ni almt fs saya…jgn lp d’add y….
vianus_1892@yahoo.com
klw almt email
nellyswanty@yahoo.com
aq pgen lbh bynk lg ony tmn org batak…
aplg marga simatupang…he3…
jbu..
December 3, 2008 at 9:27 am
Sy sbg org batak sangat bangga menjadi org batak krn suku batak mempunyai adat istiadat yg sangat unik yg tdk dimiliki oleh suku2 lain.Dan dimasa skrg ini org2 batak msh bisa menunjukkan eksisnya dlm segala bidang.Tp sayangnya ada saja sebagian org keturunan batak merasa malu sbg org batak dan bahkan tdk mengakui dirinya sbg org batak.Inilah sbg suatu tugas bagi kita yg msh bangga sbg org batak untuk menyadarkan org2 seperti itu.HORAS…
February 14, 2009 at 11:55 am
Horas ito nunga Boha kabr???
February 24, 2009 at 4:10 pm
@Lidon Sianturi
Baik-baik saja ito
February 17, 2009 at 3:05 pm
Waao dahsyat bgt sjrhnya..:-) lis baru dpt complit ne critnya, tpi buat bgung aja, bisa 2 versi ya, soz mksh ya.. Gbu
February 24, 2009 at 4:14 pm
@Lisma Anturi
Iya, ada beberapa versi
February 17, 2009 at 5:25 pm
Waao dahsyat bgt sejarahnya…:-)lis baru dpt complit ne ceritanya..tpi critanya buat bingung aja, kok bisa 2 versi ya…coz,mksh…oh ya, buat sahabat2 ku( ito ato k2k2 )ne e_mailnya lis ya:cima_lov34nturi@yahoo.com
February 24, 2009 at 10:05 pm
jadi huingot parsiajaran masa SLTP
tikki SLTP do hami di ajari bpk.Regar ceritai
thanks, you have remine me
February 24, 2009 at 10:17 pm
tapi ada sedikit perbedaan terutama respon dan alur ceritanya ketika Siraja Lottung sdh membawa “ibu/isterinya ” ke rmh….
aku akan ceritakan versi yg kutau alai lagi sibukkian ahu saonari ito..
* photo di atas di mana yachh? kok mirip di kotaku sibolga nauli?
* ito ada Yahoo messeger ga?
February 24, 2009 at 10:18 pm
piusbosran@yahoo.co.uk
February 25, 2009 at 7:17 am
@pio
riyanthi_as
March 13, 2009 at 8:28 am
Na huboto sian natua-tuangku anak pertama Sinaga anak kedua Situmorang boasa manjou angkang Sinaga tu Situmorang ala namarpariban do nasida, nasiangkangan boru do dialap Situmorang sianggian ma dialap Sinaga ido umbahen sai anggi dijou Situmorang tu Sinaga jala anggkang dijou Sinaga tu Situmorang. Najolo ninna sai akrab do namarpariban.
October 10, 2009 at 11:26 pm
@Tamin Jonner Simatupang
Terima kasih infonya ito.
Dan terima kasih juga sudah bersedia berkunjung ke blog ini.
Horas
March 19, 2009 at 7:01 pm
horas..! ito pintar juga ito tentang legenda orang batak, tolong ya ito sering2x diluncurkan sejarah orang batak, krn kami yg di Kalbar sdh banyak tdk ngerti,thanks to.
October 15, 2009 at 9:10 pm
@Sahat Sagala
Horas ito Sahat.
Saya nggak pintar ito, hanya share apa yang saya ketahui dan pernah saya baca/ dengar
Salam untuk Kalbar…
April 24, 2009 at 6:21 pm
aku burhan kenal blog/site baru…lo,
katanya banyak site orang kita ini…kucari domain digmail lumayan banyak:
DOMAIN google:
Lontung, bana ni ari, tulang, nantulang, ompung, ompung bao, ompung boru, dongan tubu, akkang, pariban, inangtua, bapaktua, bapauda, inang uda, amangboru, namboru, kakak, abang, adik, inang, haha, anggi, lae, ito, ito hasian, sinaga, situmorang, pandiangan, aritonang, nainggolan, simatupang, siregar, siregar.co.cc, 72gar, batak, raja batak, harimau, batakpos, dll….
lagu-lagu batak, kamus batak, cari aja di http://www.wisoka.co.cc/
tulis BATAK ada banyak macam ragam site ….lo…
May 29, 2009 at 9:19 am
Salam kenal Siraja Lotung!
June 10, 2009 at 8:18 pm
horas ito riyanthi,,ap kbr,??oia ky na ito tau betul ttg sejarah siraja lottung,ap ito keturunan siraja lottung,??klo ia ito boru ap,??salam kenal aj y,.
June 10, 2009 at 8:33 pm
horas tuk semua teman-teman ku dimana pun kalian berada begitu juga tuk masyarakat tarutung & sekitarnya..aq ingin bantuan kalian semua tuk nyari tau keberadaan nora br panggabean,sejak bln 7 tahun 2007 ntah knp komunikasi antara aq am dia terputus,sblum na g ad mslah anatara aq &dia..aq g tw lg gmn cr na tuk nemuin dia secara aq ada di jakarta & dia di medan sana.tuk sapapun yang kenal am dia tolong sampekan salam kangen dari aq ebenezer nainggolan-no hp 081213203146…
mauliate parjolo tu hamu..HORAS,,,???
June 19, 2009 at 1:17 pm
Amang pirik
Nga leleng huboto cerita on. Sian jaman ni ompungku on do torus di caritahon tu ahu dohot angka sodaraku.
Alai piri, adong do dapotmu barita manang carita mengenai siraja borbor?
Alana di dok natorashu dohot ompunggku mar hahaanggi do siraja lontung dohot si raja borbor
July 3, 2009 at 9:47 am
sahali nai mauliate hupasahot tu ho ale ito…
Mungkin tidak semua orang tau tentang silsilah, atau sejarah keturunan.. dan bahkan tidak banyak juga orang tau tentang silsilah/sejarah keturunan dan mau membagikannya kepada orang lain.
Ini sangat berarti bagi orang lain,,, itu berarti ” kasih ” yang bicara..
thx ya….. buat ito… kiranya kalo ada tambahan lagi boleh lah…. biar kita juga tau…oce…..!!!
July 10, 2009 at 6:21 pm
Bagus juga tu cerita,,, mengingatkan kita sebagai suku batak akan asal dan cerita kita terdahulunya.
Terimakasih ito atas tulisannya.
July 10, 2009 at 6:45 pm
Horas.Shalom…parjolo hian rap ma hita mandok mauliate tu tuhan ta jahowa jesus ai nunga godang situtu pasu-pasu dohot pandaraman na tajalo sian tuhan i.ai molo ahu holan sada do raja na uli i..i ma Jesus Kristus si parmahan i.butima shalom
July 24, 2009 at 1:07 pm
Denggan hian do cerita nai… alai lobi denggan dope hita ikuti cerita ni pardalanan ni TUHAN TA JESUS KRISTUS.. mauliate ma tu sasude angka dongan halak hita, apalagi na adong di pangarantoan HORAS..HORAS..HORAS
July 25, 2009 at 6:16 pm
jd songon ido hape………………..
Las roha huhut gale iba disamping malo halk hita,alai salana magoto2i, dang tu nadenggan
tp klo ga ke gthu mungkin kt ga ada ya tp walaupun ke gthu tetap dosa ya kanya sok pendeta yaaaaaaaaaaaaaa
July 31, 2009 at 1:47 pm
Effendi Sianturi,SP
sepengetahuan saya anakni siraja lontung adong 7. 1. Situmorang 2. Sinaga 3. pandiangan 4 Nainggolan 5. Simatupang 6. Aritonang 7 Siregar
salam kenal tu Ir. Ibrahim Simtupang, Rama Sianturi, Lamhot Simatupang
Salam Kompak to Pinompar ni ” Si Raja Lontung”
Horasssssssssssssssss
October 7, 2009 at 2:24 pm
Horas ito ku.
Klo saya , sianturi simataniari do, 16. Sekedar utk memberikan masukan saja.Apa yg pernah saya dengar dari orang tua saya, bahwa sianturi itu cuman ada dua : simangonding dan simataniari.
Trus tiba2 , sekitar tahun 1940 an, muncul satu marga yg mengclaim dirinya, sianturi lumban gambiri. NAh, tentu simataniari, tdk mau terima begitu saja donk, yg sdh lama telah diakui bersama, cuman ada dua, tiba2, muncul, ngaku2 sbg abg simataniari, karena ini sangat mempengaruhi status bukan, Lihat, bagaimana sampe Yakub menipu Esau demi status ketua-an.Saya belum atau tdk mengetahui, terkecuali , sdh ada secara resmi , yg dilakukan secara adat, menerima lumban gambiri sbg abg dari simataniari.Isu ini bukanlah utk memecahkan, tapi dengan segala kerendahan hati saya ,cuman satu,demi kejernihan.Jauhlah kiranya hati kita dari pada hal2 yg memecahkan.God bless u all.
October 19, 2009 at 10:47 am
Haleluya
shalom…
Kita adalah manusia bebas telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.Kita adalah milik Tuhan.
Haleluya pujilah Tuhan Yesus…
Shalom.
October 21, 2009 at 12:53 pm
horasma dihita keturunanni siraja lottung….
iaahu johan sihombing keturunanni lottung boruma/berema nuaeng posisini partuturotta tuhamu siraja LOTTUNG ate?
saya juga sangat tertarik dengan sejarah seperti ini…trima kasi untuk pennggagas web ini,semoga sejarah batak senakin jaya dan begitujuga keturunan kit auntuk terus giat belajar dan lestarikan adat batak…ok gbu