Cerita ini saya sadur langsung, tanpa izin. Sumbernya: Rihart Manurung
Konon di atas langit (banua ginjang, nagori atas) adalah seekor ayam bernama Manuk Manuk Hulambujati (MMH) berbadan sebesar kupu-kupu besar, namun telurnya sebesar periuk tanah. MMH tidak mengerti bagaimana dia mengerami 3 butir telurnya yang demikian besar, sehingga ia bertanya kepada Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta) bagaimana caranya agar ketiga telur tsb menetas.
Mulajadi Na Bolon berkata, “Eramilah seperti biasa, telur itu akan menetas!” Dan ketika menetas, MMH sangat terkejut karena ia tidak mengenal ketiga makhluk yang keluar dari telur tsb. Kembali ia bertanya kepada Mulajadi Nabolon dan atas perintah Mulajadi Na Bolon, MMH memberi nama ketiga makhluk (manusia) tsb. Yang pertama lahir diberi nama TUAN BATARA GURU, yang kedua OMPU TUAN SORIPADA, dan yang ketiga OMPU TUAN MANGALABULAN, ketiganya adalah lelaki.
Setelah ketiga putranya dewasa, ia merasa bahwa mereka memerlukan seorang pendamping wanita. MMH kembali memohon dan Mulajadi Na Bolon mengirimkan 3 wanita cantik: SIBORU PAREME untuk istri Tuan Batara Guru, yang melahirkan 2 anak laki laki diberi nama TUAN SORI MUHAMMAD, dan DATU TANTAN DEBATA GURU MULIA dan 2 anak perempuan kembar bernama SIBORU SORBAJATI dan SIBORU DEAK PARUJAR. Anak kedua MMH, Tuan Soripada diberi istri bernama SIBORU PAROROT yang melahirkan anak laki-laki bernama TUAN SORIMANGARAJA sedangkan anak ketiga, Ompu Tuan Mangalabulan, diberi istri bernama SIBORU PANUTURI yang melahirkan TUAN DIPAMPAT TINGGI SABULAN.
Dari pasangan Ompu Tuan Soripada-Siboru Parorot, lahir anak ke-5 namun karena wujudnya seperti kadal, Ompu Tuan Soripada menghadap Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta). “Tidak apa apa, berilah nama SIRAJA ENDA ENDA,” kata Mulajadi Na Bolon. Setelah anak-anak mereka dewasa, Ompu Tuan Soripada mendatangi abangnya, Tuan Batara Guru menanyakan bagaimana agar anak-anak mereka dikawinkan. “Kawin dengan siapa? Anak perempuan saya mau dikawinkan kepada lakilaki mana?” tanya Tuan Batara Guru. “Bagaimana kalau putri abang SIBORU SORBAJATI dikawinkan dengan anak saya Siraja Enda Enda. Mas kawin apapun akan kami penuhi, tetapi syaratnya putri abang yang mendatangi putra saya,” kata Tuan Soripada agak kuatir, karena putranya berwujud kadal.
Akhirnya mereka sepakat. Pada waktu yang ditentukan Siboru Sorbajati mendatangai rumah Siraja Enda Enda dan sebelum masuk, dari luar ia bertanya apakah benar mereka dijodohkan. Siraja Enda Enda mengatakan benar, dan ia sangat gembira atas kedatangan calon istrinya. Dipersilakannya Siboru Sorbajati naik ke rumah. Namun betapa terperanjatnya Siboru Sorbajati karena lelaki calon suaminya itu ternyata berwujud kadal. Dengan perasaan kecewa ia pulang mengadu kepada abangnya Datu Tantan Debata. “Lebih baik saya mati daripada kawin dengan kadal,” katanya terisak-isak. “Jangan begitu adikku,” kata Datu Tantan Debata. “Kami semua telah menyetujui bahwa itulah calon suamimu. Mas kawin yang sudah diterima ayah akan kita kembalikan 2 kali lipat jika kau menolak jadi istri Siraja Enda Enda.”
Siboru Sorbajati tetap menolak. Namun karena terus-menerus dibujuk, akhirnya hatinya luluh tetapi kepada ayahnya ia minta agar menggelar “gondang” karena ia ingin “manortor” (menari) semalam suntuk. Permintaan itu dipenuhi Tuan Batara Guru. Maka sepanjang malam, Siboru Sorbajati manortor di hadapan keluarganya. Menjelang matahari terbit, tiba-tiba tariannya (tortor) mulai aneh, tiba-tiba ia melompat ke “para-para” dan dari sana ia melompat ke “bonggor” kemudian ke halaman dan yang mengejutkan tubuhnya mendadak tertancap ke dalam tanah dan hilang terkubur!
Keluarga Ompu Tuan Soripada amat terkejut mendengar calon menantunya hilang terkubur dan menuntut agar Keluarga Tuan Batara Guru memberikan putri ke-2 nya, Siboru Deak Parujar untuk Siraja Enda Enda. Sama seperti Siboru Sorbajati, ia menolak keras. “Sorry ya, apa lagi saya,” katanya. Namun karena didesak terus, ia akhirnya mengalah tetapi syaratnya orang tuanya harus menggelar “gondang” semalam suntuk karena ia ingin “manortor” juga. Sama dengan kakaknya, menjelang matahari terbit tortornya mulai aneh dan mendadak ia melompat ke halaman dan menghilang ke arah laut di benua tengah (Banua Tonga).
Di tengah laut ia digigit lumba-lumba dan binatang laut lainnya dan ketika burung layang-layang lewat, ia minta bantuan diberikan tanah untuk tempat berpijak. Sayangnya, tanah yang dibawa burung layang-layang hancur karena digoncang NAGA
PADOHA. Siboru Deak Parujar menemui Naga Padoha agar tidak menggoncang Banua Tonga. “OK,” katanya. “Sebenarnya aku tidak sengaja, kakiku rematik. Tolonglah sembuhkan.” Siboru Deak Parujar berhasil menyembuhkan dan kepada Mulajadi Na Bolon dia meminta alat pemasung untuk memasung Naga Padoha agar tidak mengganggu. Naga Padoha berhasil dipasung hingga ditimbun dengan tanah dan terbenam ke benua tengah (Banua Toru). Bila terjadi gempa, itu pertanda Naga Padoha sedang meronta di bawah sana.
Alkisah, Mulajadi Na Bolon menyuruh Siboru Deak Parujar kembali ke Benua Atas. Karena lebih senang tinggal di Banua Tonga (bumi), Mulajadi Na Bolon mengutus RAJA ODAP ODAP untuk menjadi suaminya dan mereka tinggal di SIANJUR MULA MULA di kaki gunung Pusuk Buhit. Dari perkawinan mereka lahir 2 anak kembar: RAJA IHAT MANISIA (laki-laki) dan BORU ITAM MANISIA (perempuan). Tidak dijelaskan Raja Ihat Manisia kawin dengan siapa, ia mempunya 3 anak laki laki: RAJA MIOK MIOK, PATUNDAL NA BEGU dan AJI LAPAS LAPAS. Raja Miok Miok tinggal di Sianjur Mula Mula, karena 2 saudaranya pergi merantau karena mereka berselisih paham.
Raja Miok Miok mempunyai anak laki-laki bernama ENGBANUA, dan 3 cucu dari Engbanua yaitu: RAJA UJUNG, RAJA BONANG BONANG dan RAJA JAU. Konon Raja Ujung menjadi leluhur orang Aceh dan Raja Jau menjadi leluhur orang Nias. Sedangkan Raja Bonang Bonang (anak ke-2) memiliki anak bernama RAJA TANTAN DEBATA, dan anak dari Tantan Debata inilah disebut SI RAJA BATAK, YANG MENJADI LELUHUR ORANG BATAK DAN BERDIAM DI SIANJUR MULA MULA DI KAKI GUNUNG PUSUK BUHIT.
June 12, 2008 at 11:01 am
Wah, katanya Raja Jau adalah Jawa(?) Di sini kok, Nias?
July 9, 2008 at 10:24 am
Letak kehebatan sejarah adalah, ketika dia dapat mengajar dengan contoh…
Muatan sejarah, lebih dari sekedar kronologi, tetapi suatu upaya pengakuan terhadap eksistensi…
Ompunta na parjolo, martungkothon sialagundi, pinungka ni parjolo ihuthon hita sian pudi.
Horas
July 12, 2008 at 5:02 pm
Botul muse do nian nanidok laetta Si Poltak Simanjuntak.
Baen hamu carito na dumenggan sumber data akuratna lae Poltak.
Mauliate godang di hamu
Horas
August 12, 2008 at 12:39 pm
Horas,
Ompunta na parjolo, martungkothon sialagundi, pinungka ni parjolo sipature-tureon ni naparpudi.
Horas…
August 16, 2008 at 11:56 pm
horas
sejarah bangsa yahudi menuliskan tentang kenabian dari Nabi Musa,Nabi Elia,Nabi Yeremia hingga Nabi Yohannes Pembaptis dan Jesus (Raja Nasiakbagi)..mengapa sejarah bangsa batak hanya berfokus pada hal sejarah kerajaan ‘harajaon’..what happened?
dan saya yakin sejarah bangsa batak juga punya hal demikian..
sejarah mengingatkan kejadian yang terlupakan..dan sejarah juga yang mengubah perjalanan untuk masa depan yang sejahtera..
horas
horas
August 19, 2008 at 10:55 pm
Makasi buat para peneliti adt batak yg ms mau memberi perhatiannya ttg adt batak,ak sgt berharap untk kedepannya agar lbh byk lg cerita ttg halak batak.Ak menyadari bahwa generasi muda halak btk udah byk yg ga tau ttg habatakon.Untk itu harapan saya,melalui website ini agar lbh byk lg pengetahuan ttg org btk.Mauliate,horas
September 10, 2008 at 1:30 pm
Horas Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu:
Selamat Roh Yang Dingin, Keras Roh Yang Teguh
@Poltak Siamanjuntak & J. Sihombing.
Yang benar adalah:
1. Salagundi, bukan sialagundi (sepengetahuan saya di Batak tidak ada tanaman sialangundi, yang ada adalah salagundi. Salagundi salah satu bahan untuk bikin itom untuk warna ulos).
2. Nipungka, bukan pinungka
(ni-pungka/pi-nungka. Kata dasarnya pungka).
Kalau begini terus kita tak perduli akan bahasa Batak yang salah maka jangan salahkan generasi berikutnya bila mereka mengatakan:
OMFUNTHA NAH VARJOLO MERTUNGKOTKEN CIALAGUNDY, VINUNGKE NIH VARJOLO IKUTKAN PUNDI-PUNDI
September 10, 2008 at 11:19 pm
Cerita di atas masih bersifat “cerita legenda” dan bukan realitas………hasil pendapat beberapa tua-tua (termasuk amang W. Sinaga), usia Si Raja Batak sekitar 600 s.d 1300 tahun lalu. Mungkin, Si raja Batak masih merupakan orang kerajaan Sriwijaya (terlihat dari ulos dan songket bentuk motif mirif tapi bahan yang digunakan berbeda).. atau apalah, yang jelas nggak mungkin seumuran dengan Adam dan Hawa dan mungkinkah “sian manuk martolor alani Mulajadi” ?ha..ha…namanya juga legende!
September 13, 2008 at 2:49 am
Wah sangat bagus To, saya sangat senang membacanya, bagi saya yang lahir dirantau sangat merindukan cerita2 kampung jhalaman Tarutung, mungkin bisa ditambahkan lagi cerita marga lain si Radja opat Pisoran ?
saluuuuut buat ito Riyanthi
JLU
Freddy Hutapea
September 26, 2008 at 1:44 pm
Horas…
Saya sangat senang dengan adanya ” Word press ini , jadi kita bisa saling tukar pikiran, apalagi orang Tarutung asli “Mari kita lestarikan kampung halaman kita “Bona ni Tarutung ….do tahe manang bona ni Pinasa..?
September 29, 2008 at 1:43 pm
wew….
klo di pikir2 dan dibandinkan ama jaman sekarang ..
cerita nya kayak gak mungkin banget, tapi unutk jaman dahulu sih kita gak tau….
tapi ngomong2 kak riyanthi bisa ngasi tau gak siapa yg pertama menulis cerita ini,,,,, pengen tau aja kok..
trims ya buat cerita nya
October 2, 2008 at 5:08 pm
ceritanya ok banget nih bisa jadi bahan buat tugas akhir saya ilustrasi sejarah
October 2, 2008 at 9:58 pm
setahu saya si boru pareme adalah putri dari tatian bulnan
sedangkan tuan sorimangaraja cucu dari si raja batak keturunan dari Nairasaon
sangat berbeda dari cerita anda
cerita ini saya peroleh dari seorang orang tua yang mengerti akan cerita ini
October 3, 2008 at 10:42 am
@bobsiregar
Si Boru Pareme adalah putri I Guru Tatea Bulan. Dia lahir kembar berlainan jenis (marporhas) dengan kakak kandungnya Tuan Sariburaja (kemudian terjadi perkawinan inset).
Tuan Sorimgangaraja adalah putra I Raja Isombaon (Isumbaon/Raja Sumba). Raja Isumbaon adalah putra II si Raja Batak. Maka betul bahwa Tuan Sorimangaraja adalah cucu dari Si Raja Batak. Nai Rasaon adalah istri II dari Tuan Sorimangaraja. Ketika masih gadis Nai Rasaon bernama Si Boru Anting Malela. Si Boru Anting Malela adalah putri ke III dari Guru Tatea Bulan.
Nai Ambaton, Nai Suanon dan Nai Rasaon adalah perempuan.
***panggilan untuk perempuan:
- Nyai – Melayu umum
- Nyi dan Ni – Sunda
- Ni – Bali
- Nai – Batak
- Nyonya/Nona – Indonesia umum
Biasanya ‘orangtua’ hanya mendengar ceritera dari mulut ke mulut. Mereka biasanya minus analisa. Walau begitu mereka teramat sering mengklaim dirinya sebagai yang ‘mengetahui’
October 25, 2008 at 8:49 pm
horas..
salam kenal..
saya pernah dapat informasi…kalo Nyi roro kidul juga katanya ada kaitannya dengan lengenda si raja batak…?
apa betul..?
salam dari kami,
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
October 29, 2008 at 9:12 am
@bonar
salam kenal ito
saya tidak tahu mengenai legenda itu ito
November 5, 2008 at 1:09 pm
hora…
salam kenal To
menanggapi mslh pinukka n nipukka…
molo sosala bhs batak adomg do awal kata pa ni dll contoh..pinukka ni artinya orang dulu yg memulai. nipukka artinya bisa aja kita sendiri yg memulai. lapatanna bhs batak sangat rumit..blm bnyk ahli bhs batak..karena bahasa batak sendiri bisa berbeda beda tergantung daerahnya.
menurut ito bgmn?
January 5, 2009 at 5:16 pm
Hy,, Kak Yanti….
Kakak seangkatan sama Kak Ester Tp Bolon ya???
sory nanya2 cuma pnasaran aja,,
scara kakak, senior ku di SMANTA
January 9, 2009 at 7:58 am
Halo Agust,
Esther itu adek kelasku
Gpp kalau mau nanya2, enggak usah pake acara sori2an, junior
January 27, 2009 at 11:49 pm
wah, saya jadi tau sejarah batak. makasih ya ito. .
January 30, 2009 at 2:23 pm
Terima kasih kembali, sudah berkunjung ito
March 13, 2009 at 10:39 am
aku masih penasaran masak kita pomparan orang batak asalnya dari ayam. walaupun legenda perlu ada penelitian lebih lanjut dan agar kita sejajar dengan manusia lainnya.
mohon perhatian dan bantuannya bagi sejarahwan karena sangat diperlukan dan penelitian akan kebenarannya
March 27, 2009 at 6:08 pm
bah…!!!
tutu doi pandapotni ito OTTO…
so gabe maila hita tu suku na asing….
May 8, 2009 at 12:56 pm
Horas, to sy alumni 88 SMAN Tarutung, salam kenal
May 28, 2009 at 12:38 pm
selamat berkenalan
June 10, 2009 at 9:14 pm
horas , to smua alumni SMU N 1 SIPOHOLON angkatan 2004, aq ebenezer nainggolon ingin tw kbr & keberadaan tmn2 smua na ,no hp qu 081213203146 , makasih,..
June 11, 2009 at 6:58 pm
horas