Kenapa si Horas Dipromosikan Lagi

Minggu kedua di bulan Desember. Suasana ruang rapat annual staff performance appraisal (penilaian kinerja tahunan karyawan) di sebuah resort di Bintan tempat si Horas bekerja. Terjadi adu argumentasi yang cukup panjang antara Rajinder Sukumaran, seorang insinyur keturunan Tamil India, kepala Departemen Maintenance di mana si Horas ditempatkan dengan Daniel Goodman, General Manager resort asal Inggris. Daniel terkenal super hati-hati dalam mempromosikan jabatan staffnya.

“Mempromosikan orang yang salah bukan cuma membuat sistim menjadi rusak tetapi bisa merusak semangat karyawan yang lain,” begitu prinsip Daniel. Untuk memastikan sistim promosi yang baik, Daniel mensyaratkan setiap usulan promosi ke posisi manajerial harus disetujui oleh rapat yang dihadiri seluruh kepala Departemen.

Tibalah giliran Departemen yang dipimpin Sukumaran. Dia bersikukuh meminta persetujuan rapat untuk mempromosikan si Horas menjadi Assistant Manager Departemen Maintenance mulai 1 Januari bulan depan.

“Not now Suku. Kita baru mempromosikan dia menjadi Superintendent dua tahun yang lalu” kata Daniel kepada Sukumaran. “Jika performancenya tetap sangat baik, kita akan pertimbangkan promote dia tahun depan.”

“Performancenya selalu sangat baik dari tahun ke tahun sir,” kata Suku. Saat-saat seperti itu kulitnya yang hitam legam menjadi tampak makin legam, sangat kontras dengan giginya yang putih.

“Dia sudah menerima kenaikan gaji di atas rata-rata untuk itu,” sanggah Daniel.

“Dia memiliki motivasi yang tinggi dan kepemimpinan yang sangat efektif diantara semua anak buahnya bahkan sesama Superintendent,” lanjut Suku mencoba meyakinkan.

“Saya sudah melaporkan, sejak si Horas dipromosikan menjadi Superintendent keluhan tamu-tamu mengenai bagian kami sudah menurun drastis. Sistim penerangan seluruh resort kita sangat baik. Kebersihan dan kondisi taman dan lapangan golf terawat sangat baik dengan biaya yang lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.”

“Well, beri dia kenaikan gaji premium,” jawab Daniel masih belum setuju.

“Dia memiliki kualitas yang tidak dimiliki Superintendent saya yang lain sir. Dia selalu berusaha mencari jalan keluar dari masalah yang kita hadapi,” lanjut Suku belum menyerah. “Anda masih ingat masalah pencurian bola dan perlengkapan golf di lapangan golf kita? Juga serangan babi hutan dan anjing liar di lapangan golf yang dulu sering membuat tamu-tamu kita komplain. Sekarang sudah tidak ada lagi sir.”

“Oh yes I know. What the hell Horas was doing to solve this problem?” tanya Daniel dengan mimik rasa ingin tahu sambil memajukan badannya.

“Dia cuma bilang kepada saya dia melakukan pendekatan kultural sir”

“Pendekatan kultural? Katakan apa sebenarnya yang dilakukan si Horas?” Daniel tidak puas dengan penjelasan si Suku.

“Sorry sir saya sendiri juga tidak begitu jelas. Horas cuma bilang bahwa dia mengajak para pencuri bola di lapangan golf itu bicara. Dia meminta mereka berhenti mencuri bola dan perlengkapan golf di green course. Sebagai gantinya mereka dijinkan untuk menangkapi babi hutan dan anjing liar di hutan sekitar resort kita.”

“That’s all? Dan persoalan selesai?” tanya Daniel senang bercampur tidak percaya.

“Yes sir. Menurut si Horas itu merupakan “win win solution” atas masalah ini.

“And one more thing sir. Menurut si Horas dia bicara dengan bahasa yang sama dengan bahasa para pencuri bola tersebut.” kata Suku mengakhiri usulannya.

“Well, kalau begitu, kirimkan salamku buat si Horas. Dia akan jadi Asistant Manager mu mulai tanggal 1 Januari nanti.” kata Daniel kepada Sukumaran yang sekarang bisa tersenyum.

Oleh: Sitohang Par Bintan

5 thoughts on “Kenapa si Horas Dipromosikan Lagi

  1. Ini cerpen ato cerita beneran yah? Kalo cerpen, bagus sekali lhooo…

    BTW Riyanthi dulu sekolah di Del apa di Yasop, apa justru gak di dua2nya? Haha.. Maap yah kalo pertanyaannya rada sotoy…

    Kalau hanya cerpen atau cerita beneran, aku belum tanya ke yang ngirim, kak😉
    Aku muridnya Bu Anas di Del, ha..ha..ha..

  2. Brarti dah terjawab kan Kak Stella, cerita si Horas ini cuma fiksi yang dibuat sama Uda par Bintan. Mari kita tunggu kelanjutan cerita si Horas. Ditunggu yang Uda😀

  3. apa aku salah menafsirkan yah, Jadi si Horas itu temen2nya pencuri itu dong? Atau jangan2 dia juga pencuri.. [*kengingungan*]

    Tapi salut of Ito.. Ceritanya bagus.🙂

    Kalau menurutku begini:
    1. Coba baca kalimat dalam cerita itu: “Menurut si Horas dia bicara dengan bahasa yang sama dengan bahasa para pencuri bola tersebut”
    Si Horas dalam cerita ini kan orang Batak, brarti pencurinya orang Batak😀
    2. Baca ini lagi: “Sebagai gantinya mereka dijinkan untuk menangkapi babi hutan dan anjing liar di hutan sekitar resort kita”
    Kau kayak nggak tau aja Glo, kan banyak orang Batak yang suka makan B1 dohot B2, hi..hi…

    Eh, perlu diingat, cerita ini hanya fiksi ya. Jadi jangan ada yang berprasangka kalau isinya mengejek atau menjelek-jelekkan suku tertentu, iya kan Bapak Uda???😉 Mari kita bersenang-senang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s