Kartini-Kartini Bersama Angin

Jantungku masih berdebar-debar sampai saat ini, masih tak bisa lepas dari bayang-bayang, apa yang kulakukan tadi malam. Komentar Ito Eben di note yang aku tuliskan di facebook, tentang kartini-kartini yang memakai batik, seolah menantangku untuk melakukan ini. Aku bertanya, adakah perempuan malam yang turut merayakan Hari Kartini dengan memakai batik saat dia bekerja malam ini?

Dengan bekal pertanyaan ini, akhirnya tadi malam aku menyusuri jalan-jalan Iskandar Muda, Gajah Mada, D.I. Panjaitan, Nibung Raya dan jalan-jalan sempit di sekitarnya. Inilah yang kudapatkan, foto-foto yang kuambil candid dan dengan tangan yang masih sedikit gemetaran.

Banyak hal yang belum pernah kuliat sebelumnya, akhirnya bisa kusaksikan tadi malam, dalam alam nyata. Bagaimana prostitusi dilakukan di ruang publik, di atas sebuah kursi, di depan sebuah kios kecil. Bagaiamana para perempuan dan “setengah perempuan” menawarkan diri mereka. Bagaimana tawar menawar dilakukan. Bagaimana seorang perempuan belia berdandan cantik dan duduk manis di becak. Dan, ya…kami berhasil mewawancarai seorang “setengah perempuan” (aku lebih senang menyebutnya begitu) yang dengan baik hati mau bercerita mengenai kisah hidupnya sebagai pekerja malam.

Akh…sulit kuungkapkan dengan kata-kata. Baiknya kita lihat saja foto-fotonya. Lain waktu akan kuceritakan lebih rinci, tentang perjalananku malam tadi.

Oh ya, tadi malam tak kutemukan seorang pun perempuan dan “setengah perempuan” yang menggunakan batik. Mereka masih lebih memilih tank top dan gaun-gaun seksi untuk digunakan saat bekerja, meski angin malam menjadi lawannya. Atau mungkin ada satu dua orang entah di sudut mana yang diam-diam menggunakan batik🙂

Terima kasih untuk Ito Erix, yang bersedia menemaniku dan untuk sementara menyimpan kantuk di kantongnya😀

Selamat mengenang Kartini, teman-teman.

19 thoughts on “Kartini-Kartini Bersama Angin

  1. Bagaimana mungkin perempuan (dan setengah perempuan) ini kamu harapkan memakai Batik…Kalau itu sempat terjadi, para pelanggan mereka akan kabur dan mengira para perempuan (dan setengah perempuan) itu petugas dinas sosial atau polwan….hahahahahahahahaha….

    • @Bi
      Lagi off ngerjain proposal ya?😀
      Ekspedisi berikutnya kau harus ikut ya, tapi jangan keluar dari mobil, hahahaha…

    • @Bg Nich
      Hahahahaha…lagi off katanya bang, lagi creambath di salon😀

      **kaburrrr, nyari belanga buat nangkis si ito

    • @Ito Edi
      Hehehehehe..ikut lah abg jalan, jangan hanya nunggu ceritanya aja, mana tau abg bisa menghasilkan juga, hahaha…

      **kaburrrr………😀

  2. aku tertarik dengan kata-kata ini kak :
    “Banyak hal yang belum pernah kuliat sebelumnya, akhirnya bisa kusaksikan tadi malam, dalam alam nyata. Bagaimana prostitusi dilakukan di ruang publik, di atas sebuah kursi, di depan sebuah kios kecil.”

    jadi teringat dengan lagunya Java Jive – gads malam

    “Gadis malam berjalan pelan
    Adakah tujuan kemana langkahnya
    Dan seorang pria melirik cepat
    Menahan sang dara hasrat pun bicara
    Sudut yang ada di hening malam
    Jadi satu saksi haramnya transaksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s