Tak Sengaja

Berawal secara tidak sengaja, di tahun 2006 aku mencari referensi untuk Tugas Akhir-ku tentang Bahasa Simalungun di internet. Dari beberapa referensi yang kudapat, terdapat satu blog, yang setelah kutelusuri dan kubaca secara acak isinya, sangat menarik buatku. Sederhana saja isinya, tentang kerinduan-kerinduan yang dirasakan penulis kepada kampung halamannya, kisah-kisah yang dialaminya sejak kecil hingga beranjak dewasa yang diceritakan dengan bahasa ringan dan lucu.

Sejak menemukan blog itu, aku selalu membaca setiap tulisan-tulisan terbaru yang diposting si pemilik. Sering aku senyum-senyum sendiri membacanya, sekali-kali kening pun sampai berkerut saking panjangnya postingan si pemilik blog, he..he..he..he.. Terkadang tulisan-tulisannya mengingatkanku kembali tentang kota kelahiran dan tempat aku di besarkan, Tarutung.

Tak terasa sudah tiga tahun aku menjadi pembaca blog itu. Cari punya cari, akhirnya tahun 2009, aku mendapatkan account facebook pemilik blog, yang kutemukan secara tak sengaja di tahun 2006 itu. Singkat cerita, beliau menjadi friend-ku di facebook. Dan sejak saat itu kami sering berinteraksi melalui jejaring facebook. Beliau sering memberikan komentar di status dan foto-foto yang ku-posting di facebook, ada komentar lucu dan ada pula komentar yang serius. Tak jarang pula beliau berbagi tulisan-tulisan hasil karyanya kepadaku.

Jujur saja, interaksi dengan beliau, banyak membawa pemikiran baru yang positif buatku. Melalui cara pandang positifnya terhadap kejadian-kejadian kecil yang dialaminya setiap hari, melalui berkat-berkat yang beliau hitung setiap waktu, melalui rasa syukur yang sering beliau bagikan, meski hanya berkat dan peristiwa yang sangat sederhana.

Sejak mengenal beliau, kami belum pernah bertemu secara langsung. Semoga ada waktu indah yang bisa mempertemukanku dengan beliau, lalu kami akan berebutan untuk menceritakan kampung halaman masing-masing yang kami banggakan, beliau dengan Sarimatondang-nya, aku dengan Tarutung-ku😀

Terima kasih Ito Eben (Ebenezer Siadari), begitu aku biasa memanggilnya, untuk komentar-komentar, postingan-postingan dan status-statusnya yang keren di facebook. Terima kasih juga untuk blog “The Beautiful Sarimatondang” yang inspiratif  dan menggugah. Terima kasih untuk silaturahmi yang telah terjalin melalui kemajuan teknologi ini🙂

(Ito, minta izin kupakai dua fotonya ya…maaf sudah diposting duluan baru minta izin, hehehehehe…)

4 thoughts on “Tak Sengaja

  1. Ito Rianthi, kalau berkunjung ke jakarta, aku traktir ngopi dan ngemil di dunkin donut ya? Hahahaha. Mauliate godang di akka hata nauli naung dibahen muna on taringot tu Sarimatondang i. Belakangan ini aku malah agak jarang update tulisan di blog itu, Maklumlah, marhais martuduk dope di jakarta, jadi harus banting tulang dulu baru ada waktu senggang buat blogging. Kalau ada waktu, kunjungilah Sarimatondang dan foto2 aek simatahuting ya?🙂

    • @The Beautiful Sarimatondang
      Aku sudah ke Sarimatondang sesuai undangan ito kan? Tinggal traktirannya ini yang belum terealisasi. Semoga bisa segera ke sana ito🙂

  2. bah…samalah kita dek Riyanthi..
    aku juga senang membaca tulisan ito Par-Sarimatondang ini.tulisannya mengenai Sarimatondang menggambarkan beliau ini sangat mencintai bonapasogitnya.dan itu mampu membuat kita penasaran bagaimana sih sebenarnya Sarimatondang itu? terkadang kita jadi ingat juga mengenai kenangan indah di bonapasogit Tarutung.
    aku juga berterimakasih pd ito Par-Sarimantondang ini.Tulisannya dan status di FB bisa menjadi inspirasi dlm kehidupan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s