Tentang Bayi Di Atas Jerami dan Rumah Bersyukur

Sudah seminggu lagu ini kuputar berulang-ulang, malah sudah dijadikan nada panggil di handphone. Norak? Hehehehe… Biarin😀 Entah mengapa, aku merasa Brad Paisley menyanyikannya dengan sangat indah. Dengan alunan musik Country, lagu ini menjadi benar-benar menggetarkan.

Away in a manger, no crib for a bed,

The little Lord Jesus laid down his sweet head.

The stars in the sky looked down where he lay,

The little Lord Jesus asleep on the hay.

The cattle are lowing, the baby awakes,

But little Lord Jesus no crying he makes.

I love Thee, Lord Jesus, look down from the sky

And stay by my cradle til morning is nigh.

Be near me, Lord Jesus, I ask Thee to stay

Close by me forever, and love me, I pray.

Bless all the dear children in thy tender care,

And take us to heaven, to live with Thee there.

Away In A Manger judulnya. Sebuah lagu Natal yang bercerita tentang kelahiran Yesus. Pertama kali dipublikasikan dalam Evangelical Lutheran Sunday School Collection berjudul Little Children’s Book for Schools and Families pada tahun 1885.

Yesus yang lahir di kandang domba dan dibaringkan di atas jerami dalam palungan menunjukkan kesederhanaanNya. Kesediannya untuk melindungi dan mendengar doa anak-anak menandakan ketulusanNya dalam mengasihi manusia.

Omong-omong tentang manusia, aku yang termasuk golongan manusia juga, ingin bercerita, hehehe…

Aku telat bangun hari ini. Dan baru bangun sudah terpampang nasi goreng dan segelas kopi di hadapanku, hohoho… Terima kasih Bapa, untuk sarapan dasyat ini, dan untuk Kak Manda yang sudah repot-repot memasak. Berkati dia.

Saat beranjak pulang menuju kost, aku terima sms dari Nuel, tepat saat aku juga akan mengirimkan sms padanya🙂 “Gimana Ri, aku jadi gantiin?” katanya. “Baru aja aku mau sms, hehe… Jadi Nuel, aku minta tolong yah…”. “Brarti ada kontak batin kita, hehehehehe….”, balasnya. Terima kasih Bapa, untuk “kontak batin” dengan Nuel, pagi-pagi sudah membuatku tersenyum🙂 Terima kasih ada yang bersedia dengan senang hati menggantikan tugas pelayananku hari Minggu nanti. Dan maafkan aku Bapa, yang sekali lagi harus mangkir dari tugasku.

Sesampainya di rumah, aku dengan heboh menunjukkan dua album foto kepada Kak Lisbeth dan Bang Jaya yang adalah pemilik kost2an. Soalnya aku memang punya utang nunjukin foto-foto kue buatan mama ke mereka. Terima kasih Bapa, satu “utang”-ku sudah lunas hari ini. Dan terima kasih untuk pesanan kue dari mereka, yang membuatku harus menelepon mama berkali-kali, untuk menyebutkan nama dan jumlah kue yang dipesan. Oh iya, aku juga mengucap terima kasih Bapa, untuk talenta fotografi yang Kau berikan, yang mambuat foto-foto ini menjadi menggiurkan😀

Lalu aku teringat dengan Glory. Yah, pada bulan Desember aku memang selalu ingat kepadanya (pas bulan-bulan yang lain juga deng, hehe…). Karena selain bulan ini dia berulang tahun, beberapa tahun yang lalu kami pernah melewati bulan Desember bersama-sama. Tak lupa dengan Irene dengan Seprina juga. Ya, kami berempat. Apa yang kami lakukan? Biasanya kan hari-hari belajar di bulan Desember selalu diselingi dengan latihan Natal untuk sekolahan, pulang lebih cepat, dan sejenisnya. Maka, kami selalu memanfaatkan waktu kosong itu, dengan sedikit terburu-buru, berangkat ke rumahku, untuk belajar memasak kue dengan mama, hehehehe…Ingat Glory dan acara memasak kue ini, aku kemudian mengirimkan sms kepadanya. “Ntar aku titipkan kuenya ke teman yang mau balik ke Jakarta yah”, begitu kira-kira pesan yang kusampaikan. Dan dibalas dengan “Asikkkkkkkk, mau mami” dan “Horeeeeeeeee….” olehnya. Terima kasih Bapa, untuk mengingatkanku akan Glory, Irene dan Seprina. Tentang persahabatan kami yang lucu. Tentang nama kami yang tertulis di sebuah tembok di bawah pohon kemiri😀 Tentang keluarga-keluarga kami yang saling mengunjungi saat Natal dan Tahun Baru. Terima kasih juga untuk teriakan senang Glory, yang membuatku juga ikut tertawa di seberang sini.

“Away in a manger, no crib for a bed…” handphoneku kembali berbunyi. Sebuah sms dari Ruth, “Dae, udah opname jadinya paramanmu…”. Terima kasih Bapa, untuk kesediaan paraman/ itoku diopname di rumah sakit, sehingga sakitnya bisa ditangani dengan lebih baik (setelah dari kemarin dia tak berhasil dibujuk). Sertai dia Bapa dan juga dae Ruth yang menjaganya, agak dia cepat sembuh dan kami bisa makan BPK lagi🙂

Kemudian Cicak juga mengeluhkan sakitnya kepadaku siang ini. Setelah diskusi, tanya sana sini, yang tentunya diselingi dengan candaan, akhirnya kusarankan dia untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit di dekat kost-ku, yang  juga pernah menolongku, yang takut jarum suntik ini, dengan sangat baik dan penuh keramahan. Terima kasih Bapa, untuk 15 sms yang saling berbalasan dengan Friska, untuk pesan-pesan saling menguatkan. Dan juga untuk panggilan baru “Kak Jin” dan “Tan Jin” yang terasa menggelikan buatku😀

Terakhir, saat mengingat tentang cerita kado Natal kemarin, aku bersyukur Bapa, karena masih bisa menertawakan diri sendiri. Dan pada hari ini melepaskan dengan ikhlas apapun kondisi kado itu, dalam status sampai atau tidak, diterima atau tidak. Aku tulus memberikannya.

Yeah, aku menghitung berkat lagi hari ini, berkat-berkat yang hampir terlewatkan karena masalah-masalah yang membelit. Biarlah rasa kehilangan yang kurasa, bisa berangsur hilang dengan ucapan syukur setiap hari. Sehingga yang lalu bisa dilepaskan dan dibiarkan mengalir sesuai alurnya.

Terima kasih Bayi yang dibaringkan di atas jerami, ketulusanMu mengajarkanku untuk  dapat melihat dan mensyukuri semua berkat yang kuterima dengan tulus dan riang, sekecil apa pun itu. KesederhanaanMu menyadarkanku bahwa aku yang kecil dan lemah ini pasti bisa berbuat yang terbaik dengan segala keterbatasan yang kumiliki, bahwa aku selalu berharga di hadapanMu.

Medan, 17 Desember 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s