Antara Main Hati dan Agenda yang Terbelah Dua

Tapi saya diam saja, tidak konfirmasi, apalagi mengucapkan terima kasih…🙂 **Jangan katakan kalau saya kejam…😉

Jadi, begini ceritanya:

Bulan Desember 2010 yang lalu “temanku yang satu ini” mungkin sedang punya masalah entah apa gitu, jadi pikirannya pun sedikit ikut lari, termasuk tak mau dihubungi dan menghubungi😀 Makadaripadaitu, aku memilih untuk membiarkannya bermain-main sendiri dengan pikiran dan perasaannya, sampai puas🙂

Nah, tanggal 24 Desember 2010 dia mengirimkan sms ke aku, menanyakan apakah kado yang dikirimkannya sudah sampai ke tanganku. Aku membalas sms-nya dengan mengatakan bahwa sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah berada di Tarutung (aku memang tak mengabari kalau pulang kampung lebih cepat, hehehe…). Dan aku juga menambahkan kenapa tak konfirmasi dulu sebelum mengirimkan. Katanya pengen ngasih kejutan, wohhohohooho… Tapi sekarang sepertinya dia lebih terkejut daripada aku ya?🙂

Pada hari berikutnya tanggal 25 Desember 2010, tumben dia memintaku menelepon. Dan disela-sela ucapan Selamat Natal-nya, dia kembali menanyakan kado yang sudah dikirimkannya. Dengan bibir yang polos aku menjawab bahwa nanti, saat pulang ke Medan, aku akan cek kirimannya.

Sebenar-benarnya, aku tahu, pasti dia sedikit kecawa, karena kurangnya tanggapan dari aku, sementara dia sudah sangat antusias memberikan kejutan ke aku. Tanggapanku tak sesuai dengan harapannya.

Kembali beberapa hari yang lalu, saat kami telpon-telponan, dia mengeluh lupa nomor telepon JNE. Sepertinya dia pengen konfirmasi langsung ke JNE, soal kado kirimannya yang belum jelas status keberadaannya🙂 Aku sih santai aja, hanya nanya: “Kado apa?”, hehehehe…

Karena sebenar-benarnya, kado ini sudah sampai sekitar tanggal 22 atau 23 Desember 2010. Karena saat dia pertama kali menanyakan apakah kadonya sudah sampai, aku langsung tanya ke ibu kos apakah ada titipan untukku atau tidak, hehehehehehe…

Hhhhmm…kenapa tega tak mengabari? Supaya dia benar-benar puas mempermainkan, mengubek-ubek (benarkah bahasa ini? hehehe) hatinya😉

Maka sebenar-benarnya, aku mengucapkan terima kasih untuk kado cantik yang dikirimkan untukku. Buku yang sudah kunanti sejak enam bulan yang lalu (hahahahaha…), boneka kecil yang rencananya akan kutempel di monitor notebook (wakakakaka..), CD Go, Light Your World yang buru-buru kumatikan waktu dia nelpon kemarin (hahahahhaa, kan gak seru kalau ketahuan…) dan terkhusus untuk Agenda yang rela dibaginya setengah untukku (di akhir 2011 nanti Agendanya akan dipersatukan kembali menjadi satu benda yang utuh, tentunya sudah berisi tulisan dan coretan, hehehe…).

Apapun yang kau berikan, sangat menyenangkan menerimanya…

**Dan baru kusadari ternyata tulisannya lumayan jelek, sama aja dengan aku, hahahaha…

***Dan ternyata lagi, tulisannya pun mirip dengan tulisan Melva, hihihihi.. (udah tulisan mirip, cincin mereka pun mirip, ada apa ya? hahaha…)



 

One thought on “Antara Main Hati dan Agenda yang Terbelah Dua

  1. Pingback: kawkwakwkaw « Godisgood is my password of life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s