Antara Setahun Yang Lalu, Minum Teh dan Danau Biru

Juli akan segera berakhir dalam hitungan hari. Tak terasa sudah setahun meninggalkan DBE1, tanpa melupakan semua kenangan baik selama menghabiskan hari di sana. Sungguh perpisahan yang berat setelah masa 2,5 tahun yang menyenangkan.

Jika menilik perjalanan hidup setahun belakangan, banyak pengalaman bermakna yang telah dilewati. Mulai dari mendapat gelar sarjana (setelah mondar mandir Pringgan-Padang Bulan selama 1 tahun 11 bulan), mendapatkan surat pemberitahuan berakhirnya kontrak kerja (dan terdaftar sebagai alumni DBE1, hehehe…), memulai hidup tanpa kerja (untuk sementara tentunya), kecelakaan yang melukaiku dan Pipin, bergumul untuk keputusan pindah kota (dari Medan ke “entah ke mana gitu”), memutuskan untuk packing dan pulang untuk melangkah ke arah yang masih kabur (yang penting pulang dulu), mendapatkan pekerjaan baru, dan memulai hari baru dalam kondisi hati yang ragu-ragu (sungguh ini bukan bentuk rasa tidak bersyukur).

Masa sulit membuat pertolongan dan perhatian teman-teman semakin terasa. Diskusi panjang lebar lewat chat dan telepon dengan Eva (terima kasih sudah rela memanjat menara pandang untuk mendapatkan sinyal). Kunjungan rutin dan acara makan siang dengan Kak Manda dan Ririn (tak ada yang dapat memisahkan kita, hehehe..). Curhat dan pertemuan rutin dengan Domi dan Friska yang selalu berakhir di tempat makan. Tumpangan makan dan tidur dari Kak Santi (feels like home). Obrolan lucu dengan Kak Agnes, pengertian dan bantuan yang tiada tara (termasuk untuk packing). Dukungan yang tak terkira dari July, Tety dan keluarga. Acara edit CV dengan Bang Tohap, yang membuat Tebing Tinggi – Medan serasa Simpang Pos – Sumber, juga tukar pikiran yang pastinya menguras pulsamu. Traktiran bubur ayam setiap pulang kebaktian Minggu dari Bang Sihol dan curhat di lantai dua (Tak ada yang diteriakin O Riyanthiiii… lagi di sana kan? hehehe…). Info dan tukar pikiran tentang pekerjaan dengan Bang Jaya dan Kak Lisbeth. Ida yang selalu setia menjadi teman, baik pagi, tengah hari sampai tengah malam (apa kabarmu?). Bang Hendra yang menjadi tempat bertukar pikiran soal TV dan kipas angin (hahahaha…). Dan banyak lagi orang-orang terkasih.

Akhirnya masa-masa membingungkan dan “bertanya-tanya” sudah terlewati. Terima kasih. Yang menjadi pertanyaan, akan bagaimanakah dengan setahun ke depan? Sepertinya minum teh sambil memandang danau biru bisa menjadi satu cara untuk menjawab pertanyaan ini.

 

 

One thought on “Antara Setahun Yang Lalu, Minum Teh dan Danau Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s