Malu Dong Kalau Belum Pernah ke Tarutung ;)

Jadi, begini ceritanya. Saya yang asli orang Tarutung, diajak untuk ikut mendampingi Prof. Guido dan Ineke dari Belanda, untuk berwisata selama sehari di Tarutung.

Dalam perjalanan menuju Tarutung, saya dan tim yang berangkat singgah sebentar di Desa Gurgur dan menyaksikan keindahan liukan pegunungan dan birunya Danau Toba, takjub…keren…

Tempat pertama yang dikunjungi di Tarutung adalah toko produksi Kacang Sihobuk dan kopi di Desa Siualuompu. Mau tahu rasa kacang dan kopinya? Mantappp…

Tempat berikutnya adalah rumah saya, tepatnya rumah orang tua saya di Hutabaginda๐Ÿ™‚ Setelah menikmati mangga, kopi dan markisa (yang terakhir ini hasil dari kebun sendiri) yang sebenarnya padanan makanan dan minuman yang kurang nyambung (hehehehe…), melihat beberapa kain tenun (ulos) Tarutung, kita berangkat menuju Huta Dame di Saitnihuta.

Di Huta Dame terdapat sebuah gereja tempat dahulu DR. I.L. Nommensen melayani. Saat memasuki desa ini, kita akan mendapati patung besar Nommensen di depan perkampungan. Sungguh merupakan tempat bersejarah, satu titik penyebaran agama Kristen, khususnya bagi umat Kristiani di Rura Silindung.

Nah, inilah jadwal yang paling ditunggu sebenarnya, makan siang di rumah Ibu Rosni, hohoho… Ikan mas arsik, rendang, sop dan tak lupa petai yang wanginya semerbak, kita mengisi perut dengan tak lupa mengucap syukur, hahahaha… Oh ya, orang tua Ibu Rosni ini adalah penenun ulos Batak yang sangat ok. Kalau tidak percaya, langsung saja berkunjung ke rumah beliau di Bondar Sibabiat, seriusss…

Salib Kasih di Dolok Siatas Barita menjadi tujuan kunjungan berikutnya. Setelah makan sampai kenyang, kita mendaki bukit untuk bisa menyaksikan salib setinggi 30 meter itu dan melihat kota Tarutung yang sering disebut Rura Silindung (Rura = Lembah) dari ketinggian. Takjub lagi…

Tak sah rasanya jika tak berkunjung ke tempat ini jika sedang main ke Tarutung. Ya, tepat…ke Air Soda. Letaknya di Desa Parbubu, persis di tepi persawahan, terdapat sebuah kolam permandian, yang airnya berupa soda, hangat dan konon dapat menyembuhkan penyakit kulit. Jika penasaran, coba saja sendiri ya๐Ÿ™‚

Setelah lelah berenang, lapar pasti datang, benar kan?๐Ÿ™‚ Nah, bandrek dan pisang goreng sudah memanggil. Jadilah kita menikmati suguhan hangat ini di Jl. Sisingamangaraja, Tarutung. Rasanya? Jangan tanyakan lagi, adakah kata pengganti lah dari enak dan nikmat?๐Ÿ™‚

Kita sudah merasa kenyang, puas jalan seharian, tapi tidak sah juga kalau pulang tanpa menikmati Sate Padang, hehehe… Jadilah kita singgah di warung tenda di Jl. D.I. Panjaitan. Meski harus duduk sempit-sempitan, rasa satenya tetap nikmat kok.

So, kapan main lagi ke Tarutung, semoga ketagihan ya…๐Ÿ™‚

Ini nih foto-fotonya, selamat menikmati dan ngiler yakk….๐Ÿ˜€

NB: Saya dapat hadiah sepatu loh dari Belanda๐Ÿ™‚

4 thoughts on “Malu Dong Kalau Belum Pernah ke Tarutung ;)

  1. Rura Silindung Nauli, siapa yang lahir di si dan tidak rindu mulak tu Rura SIlindung i,dang binoto be hajolmaon ni. Di jou au mulak inang, tu Rura Silindung, asa gira huida inang na lambok malilung…………..ima ende na manjou sude hita pangaranto na sorang di Rura Silindung asa mulak hita mamereng hutantai. Tinggki on adong do PARASI (Partungkoan Rura SIlindung) saya yakin ketuanya Rudy Siahaan yang helanya Tobing pasti akan berbuat yang terbaik untuk hutanta i.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s